Menjadi Madrasah Rumah, Menjadi Pelita Sekolah

  • 22 Mei 2026 10:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Rumah adalah madrasah pertama, dan sosok ibu adalah kepala sekolahnya. Di dalam rumah, keteladanan seorang ibu tidak berpijak pada kurikulum tertulis, melainkan pada kelembutan tutur kata, ketulusan melayani keluarga, dan ketegasan dalam menanamkan nilai-nilai moral.

Setiap tindakan kecilnya mulai dari menyambut suami dengan senyuman hingga mengajarkan anak-anak arti berbagi, adalah fondasi utama yang membentuk karakter dasar generasi masa depan. Ketika melangkah keluar rumah dan memasuki gerbang sekolah, perannya bertransformasi menjadi Ibu Guru, lentera ilmu bagi ratusan murid yang haus akan arah.

Evi Rahmawati selaku Kepala Sekolah TK Budi Istri Priangan, dalam wangkongan Istri Binangkit di Pro4 RRI Bandung menyampaikan bahwa menjadi Ibu dirumah dan Ibu Guru di sekolah, harus menjadi teladan dalam kehidupan sehari hari.

Sebagai seorang Ibu Guru sekaligus seorang istri, harus bisa memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari hari, menjadi teladan dalam kedisiplinan, kejujuran, dan mempunyai kesabaran tanpa batas,” ucapnya. Jumat, 22 Mei 2026.

Menyelaraskan dua peran hebat ini tentu bukanlah perkara mudah, sebab keduanya menuntut energi jiwa yang luar biasa besar. Seorang perempuan yang menjadi ibu di rumah sekaligus guru di sekolah harus mampu membagi kasih sayangnya dengan adil tanpa membuat salah satunya merasa terabaikan.

Lebih lanjut Evi mengatakan , bahwa kelelahan pekerjaan di sekolah tidak melunturkan senyum hangatnya ketika menghadapi keluarga dirumah.

“ Setelah seharian bertugas di sekolah tidak lantas melunturkan senyum hangat saat menyambut cerita anak-anak di rumah, begitupun sebaliknya kalau ada masalah dirumah, tidak dibawa ke sekolah, ketika melihat senyum anak- anak bisa menjadi obat sehingga masalahnya terasa hilang,” kata Evi.

Tantangan zaman digital yang kian kompleks menuntut keteladanan yang konsisten di kedua ruang tersebut. Baik di meja makan rumah maupun di papan tulis kelas, tantangan moral anak-anak zaman sekarang membutuhkan sosok yang tidak sekadar memberi perintah, tetapi memberikan contoh nyata

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....