Pemuda Aceh Diminta Bangkit Hadapi Tantangan Globalisasi

  • 22 Mei 2026 11:18 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Arus globalisasi yang tumbuh semakin cepat menuntut generasi muda untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 menjadi pengingat penting bagi generasi muda Aceh untuk memperkuat nasionalisme dalam menghadapi tantangan globalisasi di era digital saat ini.

Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi dan Organisasi Masyarakat Badan Kesbangpol Aceh, Muksalmina. M.Si., mengatakan perjuangan generasi muda saat ini berbeda dengan masa penjajahan dahulu. “Kalau dulu pemuda bersatu melawan penjajahan Belanda, sekarang pemuda harus bersatu menghadapi tantangan globalisasi,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, derasnya arus informasi digital membawa dampak besar terhadap pola pikir generasi muda. Karena itu, penguatan nilai kebangsaan dan pemahaman sejarah menjadi hal penting agar pemuda tidak mudah terpengaruh paham radikalisme maupun disintegrasi bangsa.

Muksalmina menilai keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada anak-anak muda. Menurutnya, pemahaman orang tua terhadap nilai nasionalisme juga harus diperkuat.

“Kalau keluarga tidak memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat, maka nilai itu juga sulit diwariskan kepada anak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan tingginya angka pengangguran pemuda di Aceh. Banyak generasi muda, kata dia, masih terpaku pada pekerjaan formal seperti pegawai negeri, padahal perkembangan teknologi membuka peluang usaha yang luas.

“Dunia sekarang tidak lagi memandang ijazah semata, tetapi melihat kompetensi dan kemampuan yang dimiliki,” katanya.

Musalmina mengajak generasi muda Aceh untuk mulai memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana membangun usaha kreatif dan membuka lapangan kerja baru. Ia berharap semangat kebangkitan nasional dapat menjadi motivasi bagi pemuda Aceh untuk terus berkarya dan menjaga nilai agama, budaya serta persatuan bangsa.

“Jangan hanya nyaman dengan media sosial dan TikTok. Anak muda harus berani mencoba, berinovasi dan menciptakan peluang sendiri,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....