Banyumas Perketat Mitigasi Penyakit Ternak Menjelang Idul Adha
- 16 Mei 2026 17:51 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) mulai memperketat pengawasan dan mitigasi risiko penyakit hewan ternak guna menjamin keamanan kurban menjelang hari raya Idul Adha. Meskipun kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dilaporkan telah menurun drastis berkat vaksinasi masif, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap lalu lintas ternak dari luar daerah yang menjadi sumber utama penyebaran penyakit.
Dalam dialog "Kentongan" di RRI Pro 1 Purwokerto pada Selasa, (12/05/2026), drh. Damarjati dari Dinpertan Kabupaten Banyumas menyatakan bahwa kondisi ternak di wilayah Banyumas saat ini terpantau aman dan sehat. Langkah mitigasi utama yang dilakukan meliputi pengetatan biosecurity kandang, pemberian vaksinasi menyeluruh, serta pengawasan intensif di kantong-kantong ternak.
"Fokus kami masih pada PMK dan sedikit LSD (Lumpy Skin Disease), namun alhamdulillah kasusnya sudah menurun jauh dibanding beberapa tahun lalu karena gencar dilakukan vaksinasi," ungkapnya.
Para peternak juga diminta untuk melakukan karantina mandiri terhadap hewan yang baru datang sebelum dicampur dengan ternak lama untuk meminimalisir risiko penularan virus. Senada dengan hal tersebut, drh. Nurkholis Majid dari PDHI Jawa Tengah mengingatkan pentingnya pemeriksaan antemortem (sebelum disembelih) dan postmortem (sesudah disembelih).
"Penyakit tidak pindah lewat udara begitu saja, mayoritas dibawa melalui lalu lintas hewan," jelasnya.
drh. Nurkholis menyoroti bahwa banyak hewan kurban di Banyumas didatangkan dari luar daerah, sehingga pengawasan lalu lintas menjadi krusial. Terkait proses penyembelihan, drh. Nurkholis memberikan tips praktis bagi panitia kurban agar daging yang dihasilkan higienis.
Salah satunya adalah dengan mengistirahatkan atau memuaskan hewan sekitar 8 jam sebelum dipotong untuk mengurangi stres dan mempermudah penanganan limbah rumen. Ia juga menyarankan penggunaan pisau yang sangat tajam serta pemisahan segera antara jeroan bersih dan jeroan kotor guna mencegah kontaminasi bakteri.
Masyarakat diimbau tidak perlu panik namun tetap teliti dalam memilih hewan kurban dengan memperhatikan kriteria fisik: sehat, tidak cacat, dan cukup umur (sapi minimal 2 tahun, kambing 1 tahun). Sebagian pedagang di Banyumas bahkan telah memberikan layanan garansi ganti hewan atau uang jika ditemukan kerusakan organ seperti cacing hati saat pemotongan, yang menjadi nilai tambah bagi perlindungan konsumen.
Dinpertan Banyumas dan PDHI juga akan menerjunkan tim khusus untuk memantau langsung proses penyembelihan di berbagai titik pada hari raya mendatang. Panitia kurban diharapkan terus meningkatkan sanitasi, termasuk menghindari pembersihan jeroan di sungai guna menjaga kelestarian lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....