Minuman Probiotik Belum Tentu Efektif untuk Semua
- 28 Apr 2026 19:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Minuman prebiotik dan probiotik kini semakin mudah ditemukan di pasaran, mulai dari soda prebiotik hingga kombucha dan minuman yogurt. Produk-produk ini kerap dipromosikan sebagai solusi praktis untuk menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Dilansir dari Martha Stewart, secara fungsi, probiotik merupakan mikroorganisme baik yang membantu menyeimbangkan bakteri di usus, sementara prebiotik adalah serat yang menjadi “makanan” bagi bakteri baik tersebut. Kombinasi keduanya dapat mendukung kesehatan mikrobioma usus, namun manfaatnya sangat bergantung pada jenis produk dan kondisi individu yang mengonsumsinya.
Para ahli menekankan bahwa efektivitas minuman ini tidak selalu konsisten. Faktor seperti jumlah kandungan serat, jenis strain bakteri, dosis (CFU), serta kemampuan bakteri bertahan hingga ke usus sangat menentukan hasilnya. Tidak semua produk di pasaran memiliki kandungan yang cukup atau terbukti secara ilmiah memberikan manfaat yang dijanjikan.
Selain itu, beberapa minuman juga mengandung gula tambahan yang justru dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus. Pada sebagian orang, terutama yang memiliki sistem pencernaan sensitif, konsumsi prebiotik bahkan bisa menimbulkan efek samping seperti kembung atau tidak nyaman di perut.
Untuk jangka panjang, para ahli menyarankan agar masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada minuman ini. Pola makan seimbang dengan konsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayur, biji-bijian, serta makanan fermentasi alami seperti yogurt, kimchi, dan tempe tetap menjadi cara paling efektif untuk menjaga kesehatan usus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....