Anak Era 1970-an Tumbuh Mandiri tanpa Jadwal Ketat

  • 28 Apr 2026 19:35 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Penelitian psikologi menunjukkan anak-anak yang tumbuh pada era 1970-an tanpa jadwal kegiatan terstruktur, playdate, atau pengawasan ketat orang tua justru tidak kehilangan masa kecilnya. Mereka dinilai memiliki pengalaman masa kecil yang lebih bebas dan berperan penting dalam membentuk kemandirian.

Dilansir dari Spacedaily, para ahli menyebut permainan bebas tanpa arahan orang dewasa menjadi kunci perkembangan emosional dan sosial anak. Anak-anak belajar mengatur emosi, mengambil keputusan, menyelesaikan konflik, hingga menghadapi konsekuensi secara mandiri. Hal ini membangun apa yang disebut sebagai internal locus of control, yakni keyakinan bahwa individu memiliki kendali atas hidupnya.

Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan penurunan aktivitas bermain bebas sejak tahun 1960-an beriringan dengan meningkatnya tingkat kecemasan dan depresi pada anak. Anak-anak modern cenderung lebih bergantung pada struktur yang dibuat orang dewasa, sehingga berpotensi mengurangi kemampuan mereka dalam menghadapi ketidakpastian.

Perubahan pola asuh juga dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran orang tua terhadap keamanan serta dorongan untuk mengisi waktu anak dengan kegiatan produktif. Namun, kondisi ini dinilai memindahkan kendali pengalaman masa kecil dari anak kepada orang dewasa, yang berdampak pada berkurangnya ruang eksplorasi mandiri.

Meski demikian, para peneliti tidak menyimpulkan bahwa pola lama sepenuhnya ideal. Tantangan tetap ada di kedua pendekatan. Namun, memberi ruang bagi anak untuk bermain bebas, merasa bosan, dan menemukan solusi sendiri dinilai tetap penting dalam membentuk karakter, kemandirian, serta ketahanan mental di masa depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....