Waspada Bahaya Bakteri Kebal Obat di Balik Menu Ayam dan Telur
- 24 Mar 2026 18:10 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pasca perayaan Idul Fitri, konsumsi protein hewani seperti daging ayam dan telur biasanya tetap tinggi di tengah masyarakat. Namun, otoritas medik veteriner mengingatkan adanya ancaman tersembunyi berupa Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba yang terbawa melalui bahan pangan tersebut.
Medik Veteriner Ahli Pertama, drh. Luthfi Nur Amalina, menjelaskan bahwa AMR adalah kondisi di mana mikroorganisme seperti bakteri tidak lagi mempan terhadap obat-obatan. Hal ini menyebabkan infeksi penyakit menjadi sulit diobati dan berisiko fatal.
“Resistensi antimikroba ini sudah menjadi ancaman global. Akibatnya, pengobatan menjadi sulit, bahkan berisiko gagal. Penyakit yang awalnya tidak parah bisa menjadi parah atau bahkan menyebabkan kematian,” ujarnya.
Risiko di Masa Rutinitas Padat Setelah masa libur Lebaran usai, masyarakat kembali ke rutinitas yang padat. Luthfi mencatat bahwa kebiasaan memasak yang terburu-buru demi mengejar waktu beraktivitas seringkali membuat aspek kebersihan terlupakan.
“Kadang-kadang kita terburu-buru, sehingga mungkin kita lalai dalam menerapkan higiene sanitasi pada saat proses pengolahan ataupun konsumsi,” katanya menambahkan.
Kelalaian dalam kebersihan dapur atau memasak daging yang tidak matang sempurna dapat menjadi pintu masuk bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik ke dalam tubuh manusia.
Pencegahan Melalui Higiene Ketat Meski ancaman AMR nyata, risiko penularan tetap bisa dikendalikan melalui pola hidup bersih di dapur. Menjaga kebersihan tangan dan peralatan masak adalah kunci utama untuk menghindari paparan bakteri berbahaya dari produk ternak.
“Sebenarnya kalau kita tetap ketat menerapkan higiene saat pengolahan, risiko penularan bakteri-bakteri tersebut tetap bisa ditekan,” ujarnya menutup penjelasan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....