Mengenal Cap Go Meh, Puncak Perayaan Imlek

  • 03 Mar 2026 14:29 WIB
  •  Manado

RRI.co.id, Manado – Cap Go Meh merupakan puncak perayaan Tahun Baru Imlek yang dirayakan pada hari ke-15 dalam kalender Lunar Tionghoa. Tradisi ini menjadi penutup rangkaian panjang perayaan Imlek yang telah berlangsung sejak malam pergantian tahun baru.

Secara etimologis, istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien, yakni Chap Goh Meh, yang berarti “malam kelima belas”. Momentum ini menandai bulan purnama pertama di tahun yang baru menurut penanggalan Tionghoa.

Dalam praktiknya, Cap Go Meh identik dengan berbagai kegiatan budaya, seperti festival lampion, pertunjukan barongsai, kirab budaya, hingga doa bersama di klenteng. Di sejumlah daerah di Indonesia, perayaan ini juga dipadukan dengan tradisi lokal sehingga memperkaya khazanah budaya nasional.

Berdasarkan perhitungan kalender resmi pemerintah, Cap Go Meh 2026 jatuh pada Selasa, 3 Maret 2026, atau tepat 15 hari setelah Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang diperingati pada 17 Februari 2026.

Melalui kanal resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, perayaan Cap Go Meh dipandang sebagai bagian dari tradisi yang perlu dirawat dan dijaga. Nilai kebersamaan, harmoni, serta toleransi antarumat beragama menjadi pesan utama yang terus ditekankan dalam setiap momentum perayaan budaya tersebut.

Cap Go Meh bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga refleksi dari keberagaman dan kekayaan tradisi masyarakat Indonesia yang hidup berdampingan secara damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....