TJSL Pertamina Patra Niaga Ubah Lahan Bekas Galian Jadi Produktif

  • 01 Mar 2026 23:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pertamina Patra Niaga melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin II meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk memulihkan lahan bekas galian di Palembang, Sumatera Selatan. Langkah ini bertujuan mengubah kawasan terbengkalai menjadi ruang produktif bagi masyarakat.

Sejak era 1970-an, wilayah Kelurahan Talang Jambe dan Talang Betutu menyisakan sekitar 105 hektare lahan bekas pengambilan tanah liat. Kondisi tersebut memicu masalah lingkungan serius, mulai dari penumpukan sampah, ancaman banjir, hingga potensi longsor.

Melalui program terintegrasi yang mencakup subprogram Permata, Pesona, Perkasa, dan Pelangi, Pertamina mendorong transformasi kawasan tersebut agar lebih berkelanjutan.

Dongkrak Ekonomi Warga

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan.

"Kami berupaya menghadirkan solusi nyata atas tantangan sosial dan lingkungan. Pendekatan ini tidak hanya memulihkan fungsi alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat ketahanan masyarakat," ujar Roberth dalam keterangannya, Minggu, 1 Maret 2026.

Melalui program Permata, lahan bekas galian seluas 0,42 hektare kini dimanfaatkan untuk Keramba Jaring Apung bertenaga surya. Hasilnya, pendapatan pengrajin batu bata meningkat 25 persen, sementara kelompok wanita tani mencatat kenaikan pendapatan hingga 133 persen.

Inovasi Limbah dan Mitigasi Bencana

Di sisi lingkungan, program Pesona berhasil mengelola 85 persen sampah rumah tangga atau sekitar 3.600 kilogram per bulan. Salah satu inovasi unggulannya adalah pengolahan minyak jelantah menjadi pakan ikan oleh UMKM setempat.

"Pengolahan minyak jelantah menjadi pakan ikan adalah solusi menekan dampak lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi tambahan bagi warga," kata Rusli, anggota Kelompok UMKM Pasta.

Tak hanya soal ekonomi, aspek keamanan juga diperhatikan melalui program Perkasa. Sebanyak 250 pohon kelapa ditanam di area bekas galian untuk memperkuat struktur tanah guna mencegah longsor. Selain itu, Pertamina juga fokus pada peningkatan gizi anak melalui pengembangan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Inisiatif pengumpulan minyak jelantah dan penguatan kapasitas bencana ini juga direplikasi di unit lain, seperti AFT Boyolali dan AFT Juanda, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan yang berkelanjutan di seluruh wilayah operasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....