Panen Cabai Lapas Lombok Barat Target Sepuluh Ton

  • 13 Feb 2026 11:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat– Di balik tembok tinggi Lapas Kelas IIA Lombok Barat, sebuah perubahan besar sedang tumbuh dari permukaan tanah. Lahan seluas 0,8 hektare yang dulunya sekadar area terbuka, kini disulap menjadi hamparan hijau tanaman cabai yang menjanjikan. Langkah produktif ini menarik perhatian Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Iqbal, yang turun langsung meninjau "dapur" ketahanan pangan tersebut pada Jumat, 13 Februari 2026.

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Sinta melihat adanya potensi ekonomi besar yang digerakkan oleh tangan-tangan warga binaan. Ia pun melayangkan apresiasi tinggi atas keberanian Lapas Lombok Barat dalam mengoptimalkan lahan tidur menjadi aset daerah yang bernilai tinggi.

“Saya mengapresiasi pemanfaatan lahan yang sangat baik ini. Harapannya, hasil panen bisa maksimal dan memberi manfaat nyata,” ucapnya di sela-sela peninjauan.

Bagi Sinta, program ini memiliki dimensi yang lebih dalam daripada sekadar hitung-hitungan agribisnis. Keterlibatan warga binaan dalam merawat tanaman cabai hingga masa panen tiba adalah bentuk nyata dari pembinaan karakter, tanggung jawab, dan etos kerja yang dibutuhkan saat mereka kembali ke masyarakat nanti.

"Hasil panen bisa memberi manfaat bagi warga binaan maupun dukungan ketahanan pangan daerah," katanya optimis.

Kepala Lapas Lombok Barat, M. Fadli, menegaskan pengelolaan lahan ini merupakan komitmen serius pihaknya dalam mendukung program strategis pemerintah pusat. Dengan manajemen pertanian yang terukur, ia memasang target produksi yang tidak main-main.

"Lahan seluas 0,8 hektare ini kami kelola bersama warga binaan sebagai bentuk pembinaan berbasis kemandirian. Target panen 10 ton cabai menjadi motivasi kami," ucapnya dengan penuh percaya diri.

Program ini pun tidak berjalan sendirian. Upaya ketahanan pangan di Lapas Lombok Barat merupakan pengejawantahan dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Fokus utamanya adalah memperkuat kontribusi pemasyarakatan terhadap stabilitas pangan nasional.

Target besar ini diharapkan tidak hanya berhenti pada angka 10 ton, melainkan menjadi model berkelanjutan bagi lapas-lapas lain di seluruh Indonesia dalam memanfaatkan lahan produktif.

"Target kami terus meningkatkan pengelolaan dan perawatan tanaman untuk mendukung ketahanan pangan nasional," tutupnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....