Dekranasda NTB Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Binaan Lapas Lobar
- 13 Feb 2026 11:52 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Upaya membangun kemandirian ekonomi warga binaan terus diperkuat. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dekranasda NTB), Sinta Agathia Iqbal, menegaskan komitmennya saat melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Lombok Barat, Jumat 13 Februari 2026.
Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni. Sinta menegaskan pembekalan keterampilan menjadi solusi konkret untuk memutus rantai persoalan ekonomi yang kerap menjadi akar seseorang terjerat hukum.
“Awalnya itu semua pasti dari masalah ekonomi. Jadi di situlah peran kami di pemerintahan ini untuk juga membantu di masalah perekonomian. Kami ingin teman-teman semua setelah selesai dari sini bangkit, perekonomian kehidupannya menjadi lebih baik supaya ke depannya tidak lagi terulang hal-hal yang tidak kita harapkan,” katanya.
Menurutnya, kehadiran Dekranasda merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menyiapkan modal keterampilan bagi warga binaan agar mampu berdiri sendiri setelah bebas nanti. Harapannya, mereka kembali ke tengah masyarakat dengan percaya diri dan peluang usaha yang jelas.
Dalam kunjungannya, Sinta mengaku terkesan dengan kualitas produk kerajinan yang dihasilkan warga binaan. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kerajinan cukli yang dinilai memiliki detail lebih halus dibandingkan produk sejenis di pasaran.
“Cukli-cukli di sini tadi kita lihat lebih bagus daripada yang ada di pendopo. Saya pikir lebih keren karena teman-teman di sini sangat fokus kerjanya karena memang di sini saja pergerakannya,” ucapnya.
Tak hanya cukli, karya batik warga binaan juga dinilai memiliki karakter kuat. Keunikan tersebut lahir dari latar belakang keahlian seni para pembuatnya. Salah satu warga binaan yang memiliki kemampuan menato, ternyata mampu mentransformasikan teknik dan kepekaan artistiknya ke dalam motif batik dengan perpaduan warna berani dan berbeda dari kebanyakan batik NTB.
“Kenapa ini bisa bagus banget. Karena ternyata di sini ada penato yang jago menato. Jadi dari keahliannya menato ini bisa berbagi ke temannya, diturunkan ke batiknya. Dan itu memang unik, tidak banyak saya lihat di batik-batiknya NTB model yang seperti ini yang bisa perpaduan sekian warna,” katanya.
Meski kualitas produk dinilai sangat baik, Sinta mengakui tantangan terbesar terletak pada aspek permodalan dan pemasaran. Karena itu, Dekranasda NTB berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan, termasuk membuka akses promosi yang lebih luas hingga berkoordinasi dengan Dekranasda kabupaten/kota.
“Marketing-nya mungkin agak kurang sehingga mungkin kami belum tahu apa-apa saja yang ada di sana yang bisa kami bantu angkat. Jika butuh binaan atau bentuk pendampingan atau pelatihan, bakal kita bisa kerja barengkan, kita carikan jalan keluar sama-sama,” ucapnya.
Ia menegaskan, program pemberdayaan ini diharapkan menjadi sumber motivasi baru bagi warga binaan agar tetap memiliki harapan.
“Saya percaya di mana kita memiliki harapan, di mana kita masih memiliki kemauan, maka di situlah harapan itu berada. Pada saat harapan itu kita wujudkan, maka di situlah impian-impian kita bisa kita laksanakan bersama,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Lombok Barat, M. Fadli, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kolaborasi yang dibangun Dekranasda NTB.
“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu karena sudah menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke Lapas Lombok Barat. Terlihat bagaimana antusiasme warga binaan dengan kedatangan Ibu menambah motivasi mereka terhadap hasil kreativitas yang ada di beberapa kegiatan kita,” katanya.
Ke depan, pihaknya akan terus menggali potensi warga binaan melalui berbagai kerja sama dengan pihak ketiga. Salah satunya kolaborasi konveksi bersama PT Segara Mitra Utama dari Jawa Timur yang telah menghadirkan dukungan puluhan mesin produksi guna meningkatkan kapasitas keterampilan.
Sinergi ini diharapkan mampu memperluas peluang usaha warga binaan sekaligus menegaskan bahwa pembinaan di balik jeruji bukan sekadar menjalani masa hukuman, melainkan proses menyiapkan masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....