Penyiar Itu Lebih dari Sekadar Cuap-Cuap

  • 07 Feb 2026 11:00 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID,Meulaboh – Menjadi seorang penyiar radio seringkali dianggap sebagai pekerjaan yang mudah. Cukup duduk di depan mikrofon, putar lagu, dan bicara. Namun, bagi Nanda, penyiar senior RRI Pro2 Meulaboh yang sudah eksis sejak tahun 2012, realitanya jauh lebih dalam dari itu. Sabtu,(7/Febuari/2026).

Sudah hampir 14 tahun menemani Sobat Kreatif di Meulaboh, Nanda menekankan bahwa mikrofon adalah tanggung jawab. Menurutnya, ada tiga pilar utama yang wajib dimiliki seorang penyiar profesional: Wawasan, Attitude, dan Keseimbangan Emosional.

"Menjadi penyiar itu nggak sekadar modal suara bagus atau jago cuap-cuap. Kita bicara di depan ribuan orang. Tanpa wawasan, apa yang kita sampaikan kosong. Tanpa attitude, pendengar nggak akan respect. Dan tanpa kontrol emosi, siaran kita bisa berantakan," ujar Nanda.

Tips & Edukasi Public Speaking ala Nanda Pro2

Buat kamu anak muda Meulaboh yang ingin terjun ke dunia broadcasting atau sekadar ingin jago bicara di depan umum (presentasi kampus/kerja), Nanda membagikan beberapa tips "dapur" penyiar:

1. Riset adalah Koentji (Wawasan)

Sebelum buka mic, pastikan kamu tahu apa yang kamu bicarakan. Baca berita lokal Meulaboh, tren nasional, hingga isu global. Wawasan yang luas membuat pembicaraanmu punya "daging" dan tidak berputar-putar.

2. Attitude & Etika Komunikasi

Public speaking bukan tentang pamer kepintaran, tapi tentang bagaimana audiens merasa nyaman. Gunakan bahasa yang sopan namun tetap akrab. Ingat, satu kata yang salah bisa berdampak besar.

3. Manajemen Emosi (Emotional Balance)

Penyiar juga manusia, punya masalah pribadi. Tapi begitu lampu On-Air menyala, suasana hati harus stabil. Pendengar ingin energi positif, bukan curhatan galau sang penyiar.

4. Teknik Olah Vokal & Pernapasan

Power & Artikulasi: Bicara harus jelas, jangan bergumam. Latihlah otot wajah agar setiap kata terdengar renyah.

Smile Voice: Cobalah bicara sambil tersenyum. Pendengar bisa "merasakan" senyummu lewat suara, dan itu membuatmu terdengar jauh lebih ramah.

5. Eye Contact & Gesture (Untuk Non-Radio)

Jika bicara di panggung, mata jangan fokus ke lantai atau langit-langit. Tatap audiens secara merata. Gunakan tangan untuk mempertegas poin pembicaraan agar tidak terlihat kaku seperti robot.

Pesan Nanda untuk Anak Muda Meulaboh

"Jangan takut salah bicara, tapi takutlah kalau bicara tanpa isi. Teruslah belajar, baca buku, dan asah empati. Karena suara yang sampai ke hati adalah suara yang datang dari ketulusan dan persiapan yang matang."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....