Menggapai Keberkahan Hidup Melalui Kemurnian Niat Beribadah
- 20 Jul 2026 10:05 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Memurnikan niat merupakan kunci utama dalam setiap amal ibadah bagi seorang Muslim agar diterima Allah. Niat yang tulus menjadi penentu utama nilai pahala dari seluruh aktivitas hamba di hadapan-Nya.
"Setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya," ujar Fajriah Aminah Ali, dalam program Renungan Religi Pro 2 RRI Atambua, baru-baru ini. Menurutnya, Sabda Nabi Muhammad SAW ini menekankan bahwa kualitas amal bukan ditentukan oleh besar kecilnya perbuatan.
Fahriah mengatakan, seseorang dapat melakukan amal yang sama namun memiliki nilai berbeda karena perbedaan niat di hati. Keikhlasan berarti membersihkan diri dari keinginan mencari pujian, kedudukan, atau keuntungan duniawi semata.
Ia menegaskan, riya menjadi penyakit hati yang berbahaya karena merusak keikhlasan dalam beramal demi pujian manusia. Godaan ini sangat besar di zaman sekarang saat orang ingin memperlihatkan kebaikan demi pengakuan.

"Pujian manusia tidak akan menambah kemuliaan seseorang di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala yang Maha Mengetahui," kata Penyuluh Agama Islam Kemenag TTU itu. Sebaliknya, keikhlasan yang tersembunyi justru akan mengangkat derajat seorang hamba di mata Allah.
Fajrian menyebut terdapat empat cara untuk menjaga kemurnian niat seperti selalu mengingat Allah Maha Mengetahui isi hati. Kita juga perlu memperbaharui niat sebelum, saat, dan setelah beramal agar tetap lurus.
Selain itu, memperbanyak amal tersembunyi serta berdoa memohon keikhlasan sangat penting bagi setiap umat Muslim. "Mari menjadikan ridha Allah sebagai tujuan tertinggi dalam setiap langkah kehidupan kita," ucapnya.
Fajriah menilai, orang yang ikhlas akan mendapatkan hati yang tenang karena tidak sibuk mencari penilaian orang lain. Amalnya menjadi lebih bernilai dan hidupnya dipenuhi keberkahan karena Allah mencintai hamba yang tulus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....