Dekopinda Kuningan Sebut SDM Jadi Tantangan Pengelolaan Koperasi Merah Putih

  • 18 Jul 2026 14:31 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kuningan menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kondisi tersebut menjadi perhatian agar koperasi dapat berkembang secara profesional dan berkelanjutan.

Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan (Diklat) Dekopinda Kabupaten Kuningan, Dr. H. Tatang Sujata, SE., M.Si., mengatakan selain persoalan SDM, terdapat potensi persinggungan antara unit usaha KDKMP dengan usaha masyarakat yang telah lebih dulu berjalan di desa maupun kelurahan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diatur melalui petunjuk teknis agar tidak menimbulkan persaingan yang merugikan.

"Memang ada sedikit persinggungan pada tujuh klaster bisnis KDKMP dengan usaha yang sudah berjalan di desa. Nanti tentu diperlukan petunjuk teknis agar koperasi bisa berperan sebagai penghubung, misalnya dalam penyediaan komoditas dari produsen maupun melalui gerai koperasi," ujarnya kepada RRI Jumat, 17 Juli 2026.

Ia menjelaskan, tantangan terbesar berikutnya adalah kemampuan pengurus koperasi dalam mengelola organisasi secara profesional. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan dinilai menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.

Menurut Tatang, berbagai kegiatan pelatihan telah mulai dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas para pengurus KDKMP. Pembinaan tersebut diharapkan mampu menciptakan koperasi yang mandiri, maju, dan memiliki tata kelola yang baik.

Ia menambahkan, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan telah membentuk KDKMP. Namun, pengembangan sarana pendukung seperti gerai koperasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran dan kebutuhan di lapangan.

"Yang pertama itu kendalanya memang sumber daya manusia. Tidak semua pengelola di desa memiliki kemampuan mengelola koperasi secara profesional, sehingga diperlukan pendidikan dan pelatihan agar koperasi bisa maju dan berkembang," katanya.

Selain keterbatasan SDM, kondisi demografi juga menjadi tantangan tersendiri karena banyak warga usia produktif di Kabupaten Kuningan yang merantau ke luar daerah. Dekopinda berharap pembinaan yang berkesinambungan mampu mencetak pengelola koperasi yang kompeten sehingga KDKMP dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....