Dipercaya Kemenpora, Majalengka Gelar TOT Penggerak Olahraga Disabilitas
- 17 Jul 2026 13:05 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Di tengah geliat pembangunan olahraga inklusif nasional, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menorehkan tonggak sejarah baru. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mempercayakan daerah ini sebagai penyelenggara program strategis bertajuk Training of Trainer (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas.
Kegiatan yang berlangsung pada 16–17 Juli 2026 di salah satu hotel Majalengka, bukan sekadar pelatihan teknis. Ia menjadi panggung awal transformasi membuka jalan bagi lahirnya sistem pembinaan olahraga disabilitas yang lebih terstruktur, profesional, dan berkelanjutan.
Dalam suasana pembukaan yang sarat semangat inklusivitas, Plt. Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora RI, Ahmad Arsani, memberikan penegasan penting. Ia menyatakan bahwa olahraga adalah hak universal yang tidak mengenal batas fisik maupun sosial.
"Program ini memastikan bahwa akses terhadap olahraga dan prestasi terbuka setara bagi semua, termasuk penyandang disabilitas. Majalengka kami pilih sebagai pionir agar para pelatih yang telah mendapatkan ilmu dari pusat dapat langsung mengimplementasikannya di daerah," ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.
Nada optimisme juga mengalir dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Majalengka, Uju Gustawan. Ia menyebut kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai kehormatan sekaligus momentum strategis untuk memperkuat fondasi olahraga inklusif di daerah.
"Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi jangka panjang. Kita sedang menyiapkan instruktur yang akan melahirkan atlet-atlet disabilitas berprestasi, dari level lokal hingga internasional," katanya menegaskan.
Dukungan lintas sektor turut menguatkan program ini, termasuk dari legislatif serta para pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran 105 peserta dari berbagai unsur, mulai dari NPCI, SLB, hingga organisasi penyandang disabilitas menjadi bukti nyata antusiasme dan kesiapan Majalengka dalam menggerakkan perubahan.
Perwakilan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Akbar Mardiansyah, menilai pelatihan ini sebagai langkah konkret dalam membangun ekosistem olahraga disabilitas yang kompetitif.
"Pelatih yang tersertifikasi adalah kunci utama dalam menemukan dan mengasah potensi atlet disabilitas. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi, dan akademisi menjadi fondasi penting menuju prestasi Paralimpik," ungkapnya.
Selama dua hari pelaksanaan, pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari pakar NPCI Pusat serta akademisi berpengalaman dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dengan kombinasi materi teori dan praktik intensif.
Lebih dari sekadar agenda nasional, program ini menjadi simbol komitmen bahwa Majalengka tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga motor penggerak perubahan. Dari ruang pelatihan inilah, harapan itu disemai, melahirkan generasi pelatih dan atlet disabilitas yang siap mengharumkan nama daerah hingga kancah dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....