Sejumlah 47 Koperasi Merah Putih di Solo Sudah Beroperasi, Hasil SHU untuk Anggota
- 15 Jul 2026 15:43 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Solo berupaya menghadirkan koperasi yang tidak hanya sehat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Agung Riyadi mengatakan, perkembangan koperasi di Solo menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025 jumlah koperasi di Kota Surakarta meningkat hampir 20 persen, dari 567 koperasi menjadi 677 koperasi.
Peningkatan tersebut salah satunya ditopang oleh berdirinya 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Surakarta. Seluruh koperasi tersebut telah mengantongi badan hukum, dan hingga pertengahan tahun 2026 sebanyak 47 koperasi telah aktif beroperasi dan menghasilkan sisa hasil usaha atau SHU bagi para anggotanya.
“Telah terbentuk 54 koperasi Kelurahan Merah Putih sesuai dengan jumlah kelurahan yang ada di Kota Surakarta dan semuanya sudah berbadan hukum. Sampai dengan saat ini laporan yang telah kami terima dari 54 sebanyak 47 telah beroperasi dan telah menghasilkan SHU. Namun masih terdapat 7 koperasi yang kurang aktif dalam artian koperasi tersebut belum ada transaksi usahanya,“ kata Agung Riyadi menjelaskan saat dialog interaktif RRI, Rabu 15 Juli 2026.
Menurut Agung Riyadi, penguatan koperasi tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah lembaga, tetapi juga dari meningkatnya modal usaha dan kualitas tata kelola. Karena itu, Pemerintah Kota Surakarta secara rutin memberikan pelatihan manajerial, administrasi, legalitas, hingga pendampingan penyusunan laporan keuangan kepada para pengurus koperasi.
Pemerintah juga menerapkan langkah preventif melalui program pelayanan kesehatan koperasi serta uji kepatutan dan kelayakan bagi pengurus dan pengawas koperasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga mampu membangun kepercayaan masyarakat.
| Baca juga: Menakar Daya Tahan Koperasi Desa Merah Putih |
Khusus untuk Koperasi Kelurahan Merah Putih, Agung Riyadi menyebut fokus usaha saat ini masih pada penyediaan kebutuhan pokok masyarakat. Hingga Mei 2026, total omzet gerai sembako koperasi mencapai lebih dari 907 juta rupiah, sementara unit usaha lain seperti katering, penjualan gas, dan produk UMKM menyumbang omzet lebih dari 80 juta rupiah.
Ke depan, Pemkot Surakarta juga mendorong koperasi untuk berkolaborasi dengan UMKM lokal, BUMN, BUMD, hingga menjadi bagian dari rantai pasok program Makan Bergizi Gratis. (Lidia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....