Manfaatkan Pekarangan Rumah untuk Ketahanan Pangan Keluarga

  • 13 Jul 2026 22:59 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Memanfaatkan perkarang rumah merupakan langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Walaupun dengan lahan yang tersedia tidak terlalu luas dan dapat ditanami berbagai jenis sayuran atau tanaman herbal, cabai, tomat yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan keluarga juga dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Global Metuah Foundation (GMF) mendorong masyarakat Aceh mulai memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai langkah sederhana memperkuat ketahanan pangan keluarga di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.

Manajer Program GMF, Hidayatullah M. Nasir, mengatakan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih menuntut masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. "Kalau ekonomi sedang sulit, kita harus mengurangi pengeluaran. Salah satunya dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai, tomat, atau tanaman pangan lainnya sehingga kebutuhan keluarga bisa dipenuhi tanpa harus selalu membeli," ujarnya dalam Dialog Beranda Astacita Indonesia Cerdas bersama RRI Banda Aceh, Rabu 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan pemanfaatan lahan sempit, termasuk menggunakan polybag maupun sistem sederhana lainnya, dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Selain menanam sendiri kebutuhan pangan, Hidayatullah juga mengingatkan pentingnya menyusun skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari agar pengeluaran lebih tepat sasaran.

Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga kemampuan masyarakat mengakses pangan yang bergizi dengan harga terjangkau. "Yang paling penting adalah kepedulian terhadap sesama. Jangan sampai kita memiliki persediaan pangan, sementara tetangga kita justru kesulitan mendapatkan makanan. Solidaritas menjadi kunci bertahan dalam situasi sulit," katanya.

Ia menilai masyarakat Aceh sebenarnya memiliki modal sosial yang kuat berupa budaya saling membantu. Semangat tersebut perlu terus dipelihara agar tidak ada warga yang mengalami kelaparan ketika menghadapi tekanan ekonomi maupun bencana. Hidayatullah juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi berinisiatif memanfaatkan potensi yang dimiliki serta terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Kita harus menjadi pihak pertama yang bergerak menyelamatkan diri, keluarga, dan tetangga. Jangan sampai semua orang bergerak membantu, tetapi justru kita sendiri memilih diam," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....