Hari Pertama Sekolah, Penyaluran MBG di NTB Belum Dimulai

  • 13 Jul 2026 14:55 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Program Makan Bergizi Gratis di NTB tidak dimulai pada hari pertama sekolah (13 Juli 2026) karena proses verifikasi dan validasi data penerima manfaat yang masih berlangsung di Badan Gizi Nasional.
  • Verifikasi dilakukan dengan sistem by name by address mencakup peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita untuk memastikan data penerima benar-benar sesuai dan valid.
  • Penyaluran MBG akan dilakukan bertahap berdasarkan kesiapan masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi tanpa menunggu wilayah lain menyelesaikan proses validasi.

RRI.CO.ID, Mataram - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) belum mulai disalurkan pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027, Senin, 13 Juli 2026. Badan Gizi Nasional (BGN) masih menyelesaikan proses verifikasi dan validasi data penerima manfaat sebelum distribusi makanan dilakukan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG NTB, Fathul Gani, mengatakan validasi dilakukan dengan sistem by name by address untuk memastikan seluruh penerima benar-benar sesuai data. Proses ini mencakup peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Ketua Satgas MBG NTB, Dr. Fathul Gani, saat wawancara dengan media di ruang kerjanya pada Rabu 10 Juni 2026. (Foto: RRI/Ahmad Yani)

"Data penerima manfaat harus dipastikan bersih dan valid terlebih dahulu. Tidak hanya siswa, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," kata Fathul Gani, Senin, 13 Juli 2026.

Setelah proses pendataan selesai, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan melaporkan hasilnya kepada BGN sebagai dasar penentuan kesiapan operasional dapur MBG.

Menurut Fathul, laporan tersebut penting untuk memastikan tidak ada penerima manfaat yang tidak sesuai data. Seluruh pelaporan dilakukan melalui aplikasi yang telah disiapkan BGN.

Ia menambahkan, penyaluran MBG tidak akan dimulai secara bersamaan di seluruh wilayah. SPPG yang lebih dulu menyelesaikan proses validasi dapat langsung beroperasi tanpa menunggu daerah lain.

"Kalau validasinya selesai lebih cepat, tentu bisa lebih dulu menyalurkan. Jadi tidak semua SPPG mulai pada waktu yang sama," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....