Moderasi Beragama Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digital
- 07 Jul 2026 11:11 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Moderasi beragama menjadi benteng menghadapi hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi di era digital.
- Program Beranda Asta Cita mengedukasi masyarakat tentang penerapan empat indikator moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.
- Sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, literasi digital dan penguatan nilai toleransi menjadi kunci menjaga persatuan bangsa.
RRI.CO.ID, Jakarta: Di era media sosial yang serba cepat, informasi dapat menyebar hanya dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak semua informasi membawa kebaikan. Hoaks, ujaran kebencian, provokasi bernuansa agama, hingga paham intoleransi masih menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia di ruang digital. Karena itu, moderasi beragama bukan lagi sekadar konsep, tetapi menjadi bekal penting agar masyarakat tetap menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Semangat inilah yang akan diangkat dalam program Beranda Asta Cita – Moderasi Beragama yang disiarkan secara langsung di RRI Pro 1 Jakarta 91,2 FM pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 10.15–11.00 WIB. Mengusung tema "Implementasi Indikator Moderasi Beragama pada Tantangan di Era Digital", dialog ini menghadirkan Muhammad Fiqih Rizqi Chandra, B.Irkh, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Bekasi.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat kerukunan umat beragama, membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, serta meningkatkan literasi digital masyarakat agar mampu menyaring informasi secara bijak.
Dalam dialog nanti, masyarakat diajak memahami bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut. Sebaliknya, moderasi beragama mengajarkan bagaimana menjalankan ajaran agama secara teguh sekaligus menghormati hak orang lain untuk menjalankan keyakinannya. Nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan Indonesia yang kaya akan suku, agama, budaya, dan tradisi.
Perkembangan teknologi digital juga menghadirkan tantangan baru. Media sosial kini menjadi ruang utama masyarakat memperoleh informasi keagamaan. Di sisi lain, tidak semua konten yang beredar berasal dari sumber yang kredibel. Karena itu, kemampuan membedakan dakwah yang menyejukkan dengan konten yang mengandung provokasi atau paham intoleran menjadi semakin penting.
Melalui program ini, narasumber akan mengulas empat indikator utama moderasi beragama yang dicanangkan Kementerian Agama, mulai dari komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, hingga penghargaan terhadap budaya lokal. Keempat indikator tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di ruang digital.
Tidak hanya itu, dialog juga akan membahas peran generasi muda sebagai pengguna media sosial terbesar di Indonesia. Mereka diharapkan menjadi agen perdamaian digital dengan membangun komunikasi yang santun, menyebarkan informasi yang benar, serta menolak segala bentuk ujaran kebencian dan radikalisme.
Melalui siaran edukatif ini, RRI Pro 1 Jakarta bersama Kementerian Agama ingin mengajak masyarakat menjadikan media digital sebagai ruang yang sehat untuk belajar, berdialog, dan memperkuat persaudaraan. Sebab, kerukunan tidak hanya dibangun di dunia nyata, tetapi juga harus dijaga di dunia maya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....