Memaknai Sila Pertama Pancasila di Tengah Keragaman Indonesia

  • 10 Jun 2026 11:48 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Sila pertama Pancasila mengajarkan penghormatan terhadap sesama dalam kehidupan yang beragam
  • Moderasi beragama menjadi kunci menjaga harmoni dan persatuan di tengah perbedaan keyakinan.
  • Penguatan nilai toleransi sejalan dengan Astacita dalam membangun karakter bangsa dan memperkokoh persatuan Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta: Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman. Berbagai agama, suku, budaya, dan tradisi hidup berdampingan dalam satu rumah besar bernama Indonesia. Di tengah perbedaan tersebut, nilai-nilai Pancasila menjadi perekat yang menjaga persatuan bangsa, terutama sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Tema inilah yang diangkat dalam program Beranda Astacita "Moderasi Beragama" RRI Pro 1 Jakarta, Selasa 9 Juni 2026, dengan tema "Memaknai Sila Pertama Pancasila Dalam Keragaman Indonesia", menghadirkan narasumber Nisa Alwis dan Lia Nathalia, pendiri sekaligus koordinator komunitas Serumpun Bakung.

Dalam dialog tersebut, keduanya menekankan bahwa sila pertama bukan hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai keimanan diwujudkan dalam kehidupan sosial yang menghormati sesama. Di negara yang terdiri atas berbagai latar belakang keyakinan, sikap saling menghargai menjadi bagian penting dari implementasi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurut Nisa Alwis, keragaman bukanlah ancaman bagi persatuan bangsa. Justru keberagaman merupakan kekayaan Indonesia yang harus dirawat melalui dialog, empati, dan sikap saling memahami. Ketika masyarakat mampu menerima perbedaan sebagai kenyataan sosial, ruang untuk tumbuhnya toleransi akan semakin luas.

Senada dengan itu, Lia Nathalia menjelaskan bahwa moderasi beragama menjadi salah satu pendekatan penting untuk menjaga harmoni sosial. Moderasi beragama mengajarkan masyarakat untuk menjalankan keyakinannya secara teguh tanpa merendahkan atau meniadakan keyakinan orang lain.

Di tengah era digital yang sering kali dipenuhi polarisasi dan penyebaran informasi yang memicu perpecahan, nilai-nilai Pancasila semakin relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap bijak dalam bermedia sosial, menghormati perbedaan pendapat, serta menghindari ujaran kebencian menjadi bagian dari praktik nyata sila pertama dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan ini sejalan dengan semangat Astacita, khususnya dalam memperkuat harmoni sosial, membangun karakter bangsa, dan memperkokoh persatuan Indonesia melalui penguatan nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama. Dengan masyarakat yang saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai, pembangunan nasional dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, sila pertama Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara yang tertulis dalam konstitusi, tetapi juga menjadi pedoman moral dalam membangun kehidupan berbangsa yang rukun di tengah keberagaman. Dari perbedaan itulah Indonesia menemukan kekuatannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....