Pemkab Cirebon Apresiasi Aksi Mangrove IPM, Jadi Contoh Kepedulian Generasi Muda
- 30 Jun 2026 04:42 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Daerah Kabupaten Cirebon menggelar aksi sosial penanaman mangrove di kawasan Wisata Bahari Muara Mundu, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Minggu 28 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mencegah abrasi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon, Jois Putra, mengapresiasi inisiatif Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Daerah Kabupaten Cirebon. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu contoh organisasi kepemudaan yang aktif berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
"Saya atas nama pribadi dan Dinas Pemuda dan Olahraga mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada adik-adik IPM yang dapat melaksanakan kegiatan penanaman mangrove. Ini mungkin yang pertama, organisasi kepemudaan di Kabupaten Cirebon yang melakukan kegiatan penanaman mangrove pada saat saya sebagai Kadispora," ujarnya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.
Menurutnya persoalan lingkungan di Kabupaten Cirebon tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, agar upaya pelestarian lingkungan berjalan lebih optimal.
Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Cirebon. Dari sekitar 1.200 ton sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari, pemerintah daerah baru mampu menangani sekitar 400 ton.
Selain berfungsi mencegah abrasi, Ia menilai mangrove merupakan benteng alami yang mampu melindungi kawasan pesisir dari ancaman perubahan lingkungan. Ia berharap penanaman mangrove dapat menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan wilayah pesisir Kabupaten Cirebon.
"Kalau bukan kita, siapa lagi? Termasuk penanaman mangrove ini untuk menjaga abrasi. Benteng yang paling bagus itu, ya mangrove. Mudah-mudahan di Kabupaten Cirebon tidak terjadi persoalan seperti di daerah lain, sehingga kawasan pesisir tetap terlindungi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PD IPM Kabupaten Cirebon, Rachel Sugiarto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
"Kegiatan penanaman mangrove ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian kita terhadap lingkungan, khususnya wilayah pesisir. Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah abrasi, serta menjadi habitat bagi makhluk hidup di laut," ujarnya.
Ia menambahkan, setiap bibit mangrove yang ditanam merupakan simbol harapan bagi masa depan lingkungan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan. Menurutnya, aksi sederhana tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang.
"Melalui kegiatan ini kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan yang lebih hijau, lebih lestari, dan lebih berkelanjutan. Ini adalah langkah kecil yang memiliki dampak besar bagi generasi yang akan datang," ujarnya.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut diikuti peserta Taruna Melati II IPM serta dihadiri perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cirebon, Pimpinan Pusat IPM Bidang Lingkungan Hidup, Pimpinan Wilayah IPM Jawa Barat, dan unsur majelis Muhammadiyah. Melalui aksi tersebut, IPM Kabupaten Cirebon berharap semangat menjaga lingkungan terus tumbuh di kalangan generasi muda dan menjadi gerakan berkelanjutan di wilayah pesisir Kabupaten Cirebon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....