Kesadaran Menjaga Lingkungan Harus Dibangun sejak Anak-anak
- 29 Jun 2026 22:46 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pendidikan lingkungan sejak usia dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk membangun budaya hidup bersih di Indonesia, pembentukan karakter sejak anak-anak akan memberikan dampak jangka panjang terhadap perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan. Hal tersebut dijelaskan Aktivis lingkungan sekaligus Pendiri Karmapala, Hariri, kepada RRI Cirebon dalam beranda Astacita "GREEN RADIO" pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia mengatakan negara-negara maju mampu menciptakan budaya bersih karena pendidikan lingkungan telah menjadi bagian dari proses belajar sejak tingkat paling dasar. Anak-anak tidak hanya diberikan teori, tetapi juga diperlihatkan secara langsung dampak dari perilaku membuang sampah sembarangan.
"Mereka sejak dini sudah menanamkan kesadaran dari tingkat pendidikan yang paling rendah. Anak-anak benar-benar diperlihatkan kalau efek buang sampah itu seperti ini, efek jalan kotor seperti ini, sehingga tertanam di alam bawah sadar mereka bahwa kebersihan itu sangat penting," ujarnya.
Menurutnya pendekatan serupa perlu diterapkan di Indonesia melalui sekolah maupun lembaga pendidikan nonformal. Ia menilai pembelajaran mengenai lingkungan seharusnya menjadi bagian dari pendidikan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ia juga mengusulkan agar materi mengenai pelestarian lingkungan disampaikan dalam kegiatan keagamaan. Dengan demikian, nilai-nilai menjaga kebersihan dapat dipahami sebagai bagian dari ajaran moral dan kehidupan sehari-hari.
"Sangat-sangat perlu menurut kita pribadi, karena kesadaran dari mulai dini itu sangat penting. Tokoh agama ataupun tokoh-tokoh lainnya juga harus menyampaikan pentingnya kebersihan," katanya.
Baca juga: Kesadaran Kolektif Dinilai Menjadi Solusi Persoalan Lingkungan
Ia mengapresiasi munculnya sejumlah sekolah berbasis alam yang mulai mengajarkan anak-anak mengenai hubungan manusia dengan lingkungan. Menurutnya, model pendidikan seperti itu dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya.
"Sekarang alhamdulillah ada beberapa sekolah alam yang mengajarkan tentang lingkungan. Itu bisa dibilang menjadi pelopor di Indonesia," katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pendidikan di sekolah tidak akan cukup apabila tidak didukung lingkungan keluarga. Anak-anak membutuhkan contoh nyata dari orang tua agar kebiasaan menjaga kebersihan dapat diterapkan secara konsisten.
"Ketika gurunya bilang jangan buang sampah sembarangan mereka akan nurut. Tapi ketika pulang ke rumah mereka tidak melihat keteladanan dari orang-orang yang lebih dewasa, akhirnya itu yang lebih tertanam," ujarnya.
Ia juga menilai pemerintah desa perlu menyediakan sarana pendukung, seperti tempat sampah yang mudah dijangkau masyarakat. Menurutnya, fasilitas yang memadai akan memudahkan masyarakat membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.
Pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun budaya peduli lingkungan melalui pendidikan, keteladanan, serta penyediaan fasilitas yang memadai. Ia meyakini perubahan perilaku masyarakat hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak bergerak secara konsisten dan berkesinambungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....