BPBD Kabupaten Cirebon Perkuat Mitigasi Kemarau Panjang El Nino "Godzilla”
- 29 Jun 2026 16:59 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino "Godzilla”. Status siaga kemarau di Kabupaten Cirebon berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026 sesuai keputusan Gubernur Jawa Barat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cirebon, Panji Anom, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti arahan tersebut dengan memperkuat langkah-langkah mitigasi sejak dini. Menurutnya, prediksi dari BMKG menunjukkan musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih lama dari biasanya.
"Berdasarkan keputusan Pak Gubernur, mulai 1 Juli sampai dengan 30 September kita siap siaga terkait kemarau. Bahkan ada prediksi “El Nino Godzilla,” kemungkinan kemarau akan panjang, prediksi BMKG sekitar 15 bulan," ujarnya pada Senin, 28 Juni 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan data BPBD, hingga tahun 2024 terdapat 18 kecamatan di Kabupaten Cirebon yang pernah mengalami kekeringan, baik untuk kebutuhan air bersih maupun sektor pertanian. Namun pada 2025, pemerintah telah memberikan bantuan pembangunan lima sumur artesis sebagai upaya mengurangi dampak kekeringan.
"Di tahun 2024 ada 18 kecamatan yang mengalami kekeringan, baik kekurangan air bersih maupun pertanian. Alhamdulillah tahun 2025 mendapat bantuan sumur artesis untuk wilayah terdampak," katanya.
Selain pembangunan sumur artesis, BPBD juga mengimbau masyarakat agar mulai menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Pemerintah desa dan kecamatan juga diminta aktif mengedukasi warga mengenai langkah-langkah antisipasi kekeringan.
Ia menambahkan, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan di area yang dipenuhi rumput kering.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi cuaca sedang kering dan disertai angin yang dapat memicu kebakaran," ucapnya.
Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau, BPBD Kabupaten Cirebon memastikan armada distribusi air bersih tetap disiagakan. BPBD juga bekerja sama dengan PDAM, TNI, dan Polri sehingga setiap laporan kekeringan dapat segera ditindaklanjuti di lapangan.
"Kami memiliki mobil tangki untuk pendistribusian air bersih dan berkolaborasi dengan PDAM, TNI, serta Polri. Petugas kami siaga 24 jam, begitu ada laporan kekeringan langsung menuju lokasi," katanya.
Ia menambahkan, BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca yang masih berpotensi berubah meski telah memasuki musim kemarau. Ia menegaskan, keberhasilan mitigasi bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
"Kami selalu mengikuti informasi BMKG dan menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak panik. Pencegahan bukan hanya tugas BPBD, tetapi partisipasi masyarakat sangat penting," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....