Minyak Goreng dan Beras SPHP Jadi Komoditas Paling Diburu di GPM Kota Cirebon

  • 22 Mei 2026 14:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Minyak goreng dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi komoditas yang paling banyak diburu masyarakat dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP). Kegiatan yang bertempat di Lapangan Kebon Pelok, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti ini berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026, menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Pelaksanaan GPM tersebut merupakan bagian dari kegiatan serentak se-Jawa Barat yang melibatkan berbagai daerah. Program ini bertujuan mendekatkan akses pangan murah kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan nasional.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi dari antrean pembelian minyak goreng dan beras SPHP yang lebih panjang dibandingkan komoditas lainnya. Kedua kebutuhan pokok tersebut dinilai paling membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang relatif terjangkau.

Dalam kegiatan itu, minyak goreng subsidi dijual kepada masyarakat seharga Rp16.000 per botol. Sementara itu, beras SPHP kemasan lima kilogram dipasarkan dengan harga Rp11.600 per kilogram bersama sejumlah komoditas pangan lain yang disediakan pemerintah.

Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh, S.P., M.Si, membenarkan bahwa minyak goreng dan beras SPHP menjadi komoditas yang paling banyak diminati masyarakat selama pelaksanaan GPM. Beliau menyampaikan hal tersebut untuk menggambarkan tingginya respons warga terhadap komoditas murah yang disediakan.

“Yang paling banyak dicari itu beras SPHP sama minyak kita, nanti antreannya panjang. Seperti biasa itu yang paling dicari,” ujarnya kepada RRI Jumat, 22 Mei 2026.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap kedua komoditas tersebut menunjukkan kebutuhan pangan pokok masih menjadi prioritas utama warga. Hal ini terasa semakin krusial terutama menjelang momentum Iduladha yang biasanya diikuti oleh peningkatan kebutuhan rumah tangga secara signifikan.

Pelaksanaan GPM di kawasan Kalijaga sengaja dipilih karena lokasinya yang dekat dengan wilayah kategori rawan pangan. Melalui pemilihan lokasi ini, masyarakat sekitar diharapkan menjadi lebih mudah dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah dan kualitas yang baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....