Forum PSDAT Kota Kupang Resmi Dikukuhkan

  • 09 Mei 2026 07:46 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Christian Widodo resmi mengukuhkan Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (PSDAT) Kota Kupang Periode 2026–2029 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat, 8 Mei 2026, malam.

Pembentukan forum tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Kupang dalam menghadapi ancaman krisis air bersih yang mulai dirasakan masyarakat, terutama saat memasuki musim kemarau.

Pengukuhan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Kupang Nomor 54/HK/2026 tertanggal 27 Februari 2026.

Forum PSDAT Kota Kupang dipimpin Rodyalus Podo dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta, tokoh agama, hingga komunitas masyarakat.

Dalam sambutannya, Rodyalus Podo mengingatkan bahwa Kota Kupang mulai menghadapi defisit air yang berpotensi memicu konflik sosial apabila tidak ditangani secara kolaboratif.

“Kalau musim hujan kita agak aman, tetapi mulai kemarau sekarang kita mulai mengalami defisit air dan itu juga berpotensi melahirkan konflik,” ujarnya.

Ia menegaskan kehadiran forum tersebut bertujuan membantu pemerintah dalam membangun tata kelola sumber daya air yang berkelanjutan, mulai dari konservasi air, efisiensi penggunaan air, hingga penguatan edukasi masyarakat.

Menurutnya, persoalan air di Kota Kupang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan lintas sektor termasuk tokoh agama dan organisasi masyarakat.

“Kita berharap setiap lembaga agama ikut membantu menyuarakan perjuangan ini,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang Christian Widodo menilai persoalan air bukan hanya isu teknis, melainkan menyangkut masa depan kehidupan masyarakat dan keberlanjutan kota.

“Air ini bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga sumber ekonomi, sumber kesehatan, bahkan bisa menjadi sumber konflik,” ucapnya.

Christian Widodo menyebut forum tersebut harus menjadi motor penyelesaian persoalan air di Kota Kupang dan bukan sekadar organisasi seremonial.

Ia mengibaratkan forum seperti kapal yang diciptakan bukan untuk bersandar di dermaga, melainkan untuk berlayar menghadapi berbagai persoalan masyarakat.

“Forum ini dibuat untuk berlayar membelah lautan masalah yang ada di Kota Kupang,” ujarnya.

Menurut Christian Widodo, tantangan pengelolaan air di Kota Kupang semakin kompleks akibat perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan meningkatnya jumlah penduduk yang berdampak pada kebutuhan air bersih.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang mendorong sinergi antara Perumda Air Minum, pemerintah daerah, akademisi, tokoh agama, komunitas sosial, hingga masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Kupang mengingatkan bahwa menjaga sumber daya air berarti menjaga masa depan generasi mendatang.

“Kota Kupang ini bukan hanya warisan dari leluhur kita, tetapi pinjaman dari anak cucu kita,” katanya, menegaskan. (As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....