Sinergi Pemerintah dan UMKM Dorong Ekosistem Usaha Kreatif
- 04 Mei 2026 16:34 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Sinergi antara pemerintah dan pelaku UMKM terus didorong guna membangun ekosistem usaha kreatif yang berdaya saing. Upaya ini menjadi langkah strategis menuju penguatan ekonomi nasional berbasis pelaku usaha kecil dan menengah.
Program pembinaan UMKM menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung pertumbuhan usaha. Pemerintah melalui dinas terkait menghadirkan berbagai tahapan pendampingan bagi pelaku usaha.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Pusat, Shinta Nindyawati, menjelaskan bahwa proses pembinaan dilakukan secara bertahap. “Kami memiliki tahapan dari P1 sampai P7, mulai dari pendaftaran hingga permodalan,” jelasnya saat wawancara bersama pro 1 Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
| Baca juga: Pemkot Jakarta Utara, Dorong UMKM Naik Kelas |
Shinta menambahkan, pelaku usaha dapat bergabung melalui dua cara, yakni inisiatif mandiri atau melalui penjaringan dari pihak dinas. Pendampingan juga dilakukan secara intensif untuk memastikan perkembangan usaha berjalan optimal.
Dalam tahap awal, pelaku UMKM akan diarahkan untuk memiliki legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB). Setelah itu, produk akan melalui proses kurasi sesuai kategori usaha yang dijalankan.
Pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Kegiatan ini bahkan diberikan secara gratis bagi peserta yang terdaftar.
Materi pelatihan mencakup manajemen keuangan hingga strategi pemasaran digital. “BIMTEK tidak ada biaya sama sekali, kami justru ingin komitmen peserta untuk mengikuti secara penuh,” kata Shinta.
Selain pelatihan dasar, pelaku UMKM juga berkesempatan mendapatkan fasilitasi lanjutan. Di antaranya adalah pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan sertifikasi halal.
Menurut Shinta, dukungan pembiayaan untuk pengurusan HKI juga tersedia dari pemerintah. “Ada bantuan biaya dari APBD, misalnya untuk pendaftaran merek,” jelasnya.
Meski demikian, tantangan terbesar muncul saat pelaku usaha memasuki tahap peningkatan kapasitas produksi. Banyak UMKM yang belum mampu memenuhi permintaan dalam jumlah besar secara konsisten.
Untuk mengatasi hal tersebut, kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai sangat penting. Kerja sama dengan BUMN, perbankan, hingga komunitas dapat membantu UMKM naik kelas.
Ia mencontohkan beberapa UMKM binaan yang berhasil menembus pameran nasional hingga internasional. “Kolaborasi sangat penting agar mereka bisa berkembang lebih cepat dan berkelanjutan,” ujar Shinta.
Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk turut mendukung produk lokal. Salah satunya melalui program 'Jumat Beli Lokal' serta partisipasi dalam berbagai pameran dan event.
Sebagai penutup, Shinta mengajak pelaku UMKM untuk terus berkomitmen dalam mengembangkan usaha. Ia berharap semakin banyak UMKM yang mampu bersaing dan menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....