Kolaborasi Jadi Kunci, Penanggulangan Bencana Tak Bisa Dikerjakan Sendiri
- 10 Jun 2026 11:50 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
- Mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko serta dampak bencana.
- Kerja sama multi pihak mendukung Astacita dalam memperkuat ketahanan nasional dan perlindungan masyarakat.
Ketika bencana datang, yang bergerak bukan hanya petugas kebencanaan. Ada relawan, masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, hingga media yang ikut mengambil peran. Karena itulah, penanggulangan bencana bukan pekerjaan satu lembaga, melainkan hasil kerja bersama banyak pihak.
Hal tersebut disampaikan dalam program Majalah Udara Mitigasi Bencana "Kentongan" RRI Pro 1 Jakarta, Selasa 9 Juni 2026, yang menghadirkan Rian Sarsono, SSTP, M.Si, Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD DKI Jakarta, dengan tema "Kerjasama Multi Pihak dalam Penanggulangan Bencana".
Menurut Rian, tantangan bencana saat ini semakin kompleks, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, kebakaran, hingga berbagai potensi kedaruratan lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.
Ia menjelaskan bahwa penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan saat keadaan darurat terjadi. Upaya mitigasi, edukasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan pascabencana juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Dalam praktiknya, masyarakat menjadi garda terdepan karena merupakan pihak yang pertama kali menghadapi risiko bencana. Karena itu, peningkatan literasi kebencanaan dan partisipasi warga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang tangguh terhadap bencana.
Kolaborasi lintas sektor ini sejalan dengan semangat Astacita, khususnya dalam memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan perlindungan masyarakat, serta membangun tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap berbagai tantangan. Semakin kuat kerja sama yang terbangun, semakin besar pula kemampuan daerah dalam menghadapi situasi darurat.
Rian menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya diukur dari kecepatan respons saat bencana terjadi, tetapi juga dari kemampuan seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya sadar risiko dan kesiapsiagaan sejak dini.
Pada akhirnya, bencana memang tidak selalu bisa dicegah, tetapi dampaknya dapat dikurangi jika semua pihak bergerak bersama. Dari pemerintah hingga warga, setiap orang memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dan ketahanan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....