Lokasi Sekolah Rakyat di Dompu Dialihkan, Dua Lahan Diusulkan

  • 01 Apr 2026 12:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, melakukan pengalihan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan program dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Semula, Pemkab Dompu mengusulkan pembangunan di lahan milik daerah yang pernah digunakan oleh PT Sadana di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggelewa. Namun, lokasi tersebut kini dialihkan ke lahan lain yang berada di belakang Kantor Desa Nusa Jaya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dompu, Yani Hartono, menjelaskan bahwa perubahan lokasi dilakukan karena di lahan awal sudah terdapat bangunan yang dibangun oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.

“Karena di lokasi awal sudah ada bangunan, maka kami mengusulkan lokasi baru di belakang Kantor Desa Nusa Jaya,” katanya, Rabu, 1April 2026.

Ia menyebutkan, lahan milik Pemda Dompu di lokasi baru tersebut memiliki luas sekitar 7,8 hektare, sehingga dinilai memenuhi syarat untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Selain usulan dari Pemkab Dompu, terdapat satu alternatif lokasi lain yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yakni di lahan Tolobara, Desa Bara. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 8,9 hektare dan merupakan aset milik pemerintah provinsi. Dengan demikian, terdapat dua lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Dompu.

Namun, keputusan akhir akan ditentukan oleh Kementerian Sosial setelah tim teknis melakukan penilaian terhadap kedua lokasi tersebut.

“Meski ada dua usulan, nantinya hanya satu lokasi yang akan dipilih,” katanya.

Program Sekolah Rakyat ini ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem, khususnya bagi masyarakat pada desil 1 dan desil 2. Para peserta didik nantinya akan tinggal di asrama dan mendapatkan pembiayaan pendidikan hingga jenjang SMA, sekaligus dibekali keterampilan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Dompu pada tahun 2025 tercatat sebesar 11,15 persen atau sekitar 31.270 jiwa. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 11,59 persen atau 32.080 jiwa.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Dompu juga menunjukkan peningkatan menjadi 73,58 poin dan masuk dalam kategori tinggi, yang ditopang oleh sektor kesehatan, pendidikan, serta standar hidup layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....