Mindset dan Beban Adat Disebut Ikut Picu Kemiskinan di Belu

  • 07 Mar 2026 12:13 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Kepala BP4D Kabupaten Belu, Frederikus L. Bere Mau, mengungkapkan faktor sosial budaya turut mempengaruhi kondisi kemiskinan yang terjadi di masyarakat. "Mindset dan beban adat juga ikut jadi pemicu kemiskinan."

Hal tersebut disampaikan Frederikus dalam Program RB Tematik RRI Atambua, Rabu 4 Maret 2026 yang membahas strategi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Belu.

Menurutnya, sejumlah penelitian menunjukkan pola pikir dan gaya hidup masyarakat juga menjadi salah satu faktor pendorong kemiskinan ekstrem.

“Ada riset dari perguruan tinggi yang menunjukkan salah satu pemicu kemiskinan adalah pola pikir masyarakat terkait kewajiban adat,” katanya.

Frederikus menjelaskan sebagian masyarakat lebih memprioritaskan pemenuhan kewajiban adat dibanding kebutuhan dasar keluarga seperti pendidikan anak.

“Kita sering menemukan keluarga yang menyiapkan ternak atau hasil tenun untuk kebutuhan adat, bukan untuk kebutuhan pendidikan atau ekonomi keluarga,” ujarnya.

Ia bahkan menemukan kasus seorang nenek yang harus mengasuh delapan cucu karena anak-anaknya merantau mencari pekerjaan di luar daerah.

“Kondisi ini menunjukkan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sosial dan kesempatan kerja,” tuturnya.

Karena itu, Frederikus menilai perubahan pola pikir masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah.

“Kemiskinan bukan hanya persoalan pemerintah, tetapi harus menjadi isu bersama yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh masyarakat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....