Komisi VII DPR Dorong KEK Bali Miliki Pengelolaan Air Mandiri Berkelanjutan
- 06 Mei 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Island di Bali, didorong di memiliki sistem pengelolaan air mandiri dan berkelanjutan.
- Politikus PDIP ini memberikan, catatan penting untuk KEK Bali terkait pengelolaan sumber daya alam dan dampak lingkungan.
- Jangan sampai pembangunan semegah ini justru mengambil hak-hak air masyarakat sekitar.
RRI.CO.ID, Jakarta - DPR RI dorong pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Island di Bali, memiliki sistem pengelolaan air mandiri berkelanjutan. Hal tersebut, guna memitigasi krisis air tanah yang saat ini melanda Bali.
Pernyataan tegas ini, diungkapkan anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini usai mengunjungi KEK Bali, Senin, 4 Mei 2026. Politikus PDIP ini memberikan, catatan penting untuk KEK Bali terkait pengelolaan sumber daya alam dan dampak lingkungan.
"Jangan sampai pembangunan semegah ini justru mengambil hak-hak air masyarakat sekitar. Saat ini mereka menjawab belum siap sepenuhnya," kata Novita dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Novita menegaskan, DPR akan terus mendorong pemerintah dan mitra terkait menjadi 'bapak asuh' bagi KEK Bali. Semua itu dilakukan, demi mewujudkan persiapan matang pariwisara Indonesia.
Selain masalah air, ia juga menyoroti, potensi dampak limbah pembangunan terhadap ekosistem laut. Mengingat, lokasi proyek yang berbatasan langsung dengan perairan.
Ke depannya, ia meminta, teknis pengelolaan sedimentasi dan limbah cair diperhatikan secara detail agar tidak mencemari laut. Hal ini, berkaca pada keberhasilan pengelolaan limbah di wilayah Sanur dan Nusa Dua.
"Kita tidak boleh hanya fokus pada aspek ekonomi jangka pendek, misalnya hanya untuk 5-10 tahun ke depan. Kita ingin keberlanjutan," ucap Novita.
Jangan sampai, kata Novita, terdapat bencana atau kekeringan akibat pembangunan yang abai terhadap aspek lingkungan. "Ekonomi harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam demi kepentingan rakyat," ujar Novita.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah akan mempercepat pengembangan Pusat Keuangan Indonesia (Indonesia Financial Center) di KEK Bali. Hal ini terungkap pada kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, bersama sejumlah pejabat negara.
“Pemerintah tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK sektor keuangan di Bali,” ujarnya, Minggu 3 Mei 2026. Menurut Menko, KEK tersebut dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan.
Pusat keuangan itu nantinya akan melayani mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang dapat menarik investor global. Keunggulan KEK Kura Kura Bali adalah ekosistem knowledge district sebagai lokasi strategis bagi pengembangan pusat keuangan.
Ini dirancang untuk membangun ekosistem inovasi terintegrasi yang mengoptimalkan berbagai unsur. Di antaranya modal pengetahuan, pendidikan, dan sumber daya manusia sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Bali.
Hingga triwulan I 2026, KEK Kura Kura Bali mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun. Sedangkan penyerapan tenaga kerjanya sendiri mencapai 2.146 orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....