Kemenhut: Wisata Alam di Taman Nasional Bali Barat Sesuai Aturan Berbasis Zonasi
- 05 Mei 2026 13:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kehutanan menegaskan, seluruh aktivitas pemanfaatan wisata alam di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) telah berjalan sesuai prosedur
- TNBB merupakan kawasan strategis dengan keanekaragaman hayati tinggi di wilayah Bali bagian barat
RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Kehutanan menegaskan, seluruh aktivitas pemanfaatan wisata alam di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) telah berjalan sesuai prosedur perizinan. Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas berkembangnya informasi di ruang publik terkait aktivitas di dalam kawasan konservasi tersebut.
Pemerintah menilai penting memberikan klarifikasi berbasis data dan hasil verifikasi. Mengingat TNBB merupakan kawasan strategis dengan keanekaragaman hayati tinggi di wilayah Bali bagian barat.
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, kegiatan yang berlangsung berada di dalam zona pemanfaatan TNBB. Yakni area yang secara legal diperuntukkan bagi wisata alam terbatas.
Zona ini telah ditetapkan dalam dokumen zonasi resmi dan menjadi bagian dari sistem pengelolaan taman nasional. Dan telah menyeimbangkan fungsi perlindungan dan pemanfaatan.
“Kementerian Kehutanan memastikan seluruh aktivitas tersebut telah mengantongi persetujuan pemerintah. Termasuk perizinan berusaha pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam serta dokumen persetujuan lingkungan yang dipersyaratkan,” Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Ristianto Pribadi, Selasa, 5 Mei 2026.
Dengan demikian, kegiatan yang berjalan merupakan bagian dari skema pemanfaatan yang sah dan terencana. Pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran terhadap prinsip konservasi.
Pengawasan juga dilakukan untuk perlindungan habitat satwa kunci dan ekosistem pesisir. Ia menegaskan, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap setiap aktivitas di kawasan konservasi.
“Taman Nasional Bali Barat memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Karena itu, setiap bentuk pemanfaatan harus melalui proses perizinan yang ketat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan TNBB mengedepankan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) dan keberlanjutan jangka panjang. Pihaknya memastikan pemanfaatan wisata alam tidak hanya memberi nilai ekonomi, tetapi juga menjaga keutuhan kelestarian keanekaragaman hayati.
Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya untuk memastikan pengelolaan TNBB berjalan transparan, akuntabel. Dan tetap berpijak pada prinsip konservasi, sehingga manfaatnya berkelanjutan tanpa mengurangi fungsi utama kawasan perlindungan keanekaragaman hayati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....