Pemerintah Pantau Kesiapan KEK Kura-Kura Bali Jadi Indonesia Financial Center

  • 04 Mei 2026 07:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali akan dikembangkan menjadi Pusat Keuangan Indonesia (Indonesia Financial Center).
  • Pusat keuangan itu nantinya akan melayani mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang dapat menarik investor global.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah akan mempercepat pengembangan Pusat Keuangan Indonesia (Indonesia Financial Center) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Hal ini terungkap pada kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, ke sana bersama sejumlah pejabat negara.

“Pemerintah tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK sektor keuangan di Bali,” ujarnya, Minggu 3 Mei 2026. Menurut Menko, KEK tersebut dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan.

Pusat keuangan itu nantinya akan melayani mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang dapat menarik investor global. Keunggulan KEK Kura Kura Bali adalah ekosistem knowledge district sebagai lokasi strategis bagi pengembangan pusat keuangan..

Ini dirancang untuk membangun ekosistem inovasi terintegrasi yang mengoptimalkan berbagai unsur. Di antaranya modal pengetahuan, pendidikan, dan sumber daya manusia sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Bali.

Hingga triwulan I 2026, KEK Kura Kura Bali mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun. Sedangkan penyerapan tenaga kerjanya mencapai 2.146 orang.

Selain KEK Kura Kura, Menko juga mengunjungi KEK Sanur yang dikembangkan untuk ekosistem health tourism (wisata kesehatan). “Ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan kelas dunia,” ucapnya.

Salah satu fasilitas unggulannya adalah Bali International Hospital (BIH) yang telah beroperasi sejak April 2025. Hingga triwulan I 2026, jumlah kunjungan pasien di sana tercatat sebanyak 14.950 orang.

Dari jumlah tersebut, 60 persen di antaranya merupakan warga negara asing. Selain BIH, fasilitas kesehatan lainnya adalah The Solitaire Clinic yang mulai beroperasi tahun ini.

Klinik ini menyediakan layanan cosmetic surgery, medical aesthetics, body contouring, hair transplant, serta anti-aging stem cell therapy. Secara kumulatif, hingga triwulan I 2026, KEK Sanur mencatat realisasi investasi senilai Rp5,37 triliun.

Sementara penyerapan tenaga kerja di sana tersebut tercatat mencapai 5.444 orang. KEK Sanur juga telah menarik kunjungan wisatawan sebanyak 279.804 orang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....