Desa Wisata Penglipuran, Dorong Pariwisata Regeneratif

  • 01 Okt 2025 15:04 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Bangli:  Desa Wisata Penglipuran kembali menjadi sorotan nasional setelah menerima kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhani. Kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap keberhasilan Desa Penglipuran dalam menerapkan konsep pariwisata regeneratif yang berbasis pada pelestarian budaya dan lingkungan.

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata menyampaikan kekaguman atas tata ruang desa yang tertata rapi, keharmonisan sosial yang terjaga, serta pelestarian kearifan lokal yang dipertahankan secara konsisten oleh masyarakat setempat.

“Penglipuran adalah contoh nyata bagaimana pariwisata dapat dijalankan tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya dan lingkungan. Desa ini telah berhasil menunjukkan praktik pariwisata regeneratif yang tidak hanya menjaga, tetapi juga memperkuat ekosistem dan warisan budaya,” ujar Widiyanti, Selasa (30/09/2025).

Eksplorasi Kawasan Hutan Bambu dan Pasar Pelipur Lara

Agenda kunjungan diawali dengan peninjauan kawasan Hutan Bambu Penglipuran, yang menjadi ikon kehijauan dan simbol kesadaran lingkungan masyarakat desa. Kawasan ini dinilai sebagai salah satu daya tarik utama yang menyatukan konservasi alam dengan pengalaman wisata edukatif.

Menteri Pariwisata juga mengunjungi Pasar Pelipur Lara, pusat kegiatan ekonomi kreatif masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Menteri memberikan apresiasi terhadap semangat kewirausahaan warga serta keberagaman produk kerajinan tangan dan kuliner lokal yang mencerminkan kekayaan budaya Bali.

Workshop Budaya dan Kuliner Tradisional

Menteri Pariwisata turut mengikuti berbagai kegiatan workshop budaya, seperti pembuatan canang sari, penyusunan gebogan, dan seni lukis pada media bambu. Kegiatan ini mencerminkan komitmen masyarakat dalam melestarikan dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda serta wisatawan.

Selain itu, Menteri juga mencicipi kuliner khas Desa Penglipuran, antara lain Loloh Cemcem, minuman herbal tradisional yang menyegarkan, serta Kelopon Ketela Ungu, jajanan manis berbahan dasar singkong.

“Kuliner tradisional adalah bagian penting dari narasi wisata. Cita rasa yang autentik memberikan nilai tambah sekaligus memperkenalkan identitas lokal kepada wisatawan,” tambahnya.

Apresiasi dan Harapan untuk Masa Depan

Menutup rangkaian kunjungan, Menteri Pariwisata menyampaikan apresiasi atas komitmen dan peran aktif masyarakat dalam menjaga identitas desa, baik dari sisi budaya, lingkungan, maupun tata kelola pariwisata.

Sementara itu, Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, Wayan Sumiarsa, dikonfrimasi RRI, Rabu (01/10/2025) menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah.

“Kunjungan Menteri menjadi motivasi dan semangat baru bagi kami. Kehadiran pemerintah membuktikan bahwa apa yang kami jaga di desa ini—kebersihan, budaya, dan kearifan lokal—dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Desa Penglipuran siap menjadi percontohan nasional dalam pengembangan pariwisata regeneratif, yaitu model pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian, tetapi juga pada pemulihan dan pemberdayaan ekosistem lokal.

Menuju Penglipuran sebagai Role Model Nasional

Dengan prinsip pelestarian dan pemberdayaan yang diterapkan secara berkelanjutan, Desa Penglipuran semakin meneguhkan posisinya sebagai ikon pariwisata budaya dan alam yang mendunia, sekaligus pelopor dalam pengembangan pariwisata regeneratif di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....