Dorong Pertanian Modern di Bali, Teknologi Harus Adaptif terhadap Karakter Subak
- 29 Sep 2026 11:42 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Pengembangan teknologi pertanian di Bali tidak bisa dilepaskan dari karakter lahan dan sistem subak. Teknologi yang diterapkan harus mampu menyesuaikan diri dengan lahan yang sempit, topografi sawah berundak, serta kondisi petani agar modernisasi pertanian berjalan efektif dan berkelanjutan.
Akademisi dan peneliti Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa, Dr. I Nengah Muliarta, mengatakan teknologi pertanian mulai diterapkan di sejumlah wilayah Bali. Namun, penerapannya belum merata dan masih bersifat terbatas.
“Penerapan teknologi masih terfragmentasi, belum terlalu kontinu dan periodik,” kata Muliartha kepada RRI.CO.ID, Selasa 29 September 2026.
Menurutnya, teknologi menjadi bagian penting dalam menuju pertanian modern karena dapat meningkatkan presisi dan akurasi produksi. Namun, penerapannya harus memenuhi prinsip keberlanjutan, yakni ramah lingkungan, memberikan nilai ekonomi, dan adaptif terhadap kondisi petani.
Sejumlah teknologi mulai diperkenalkan, seperti traktor, sensor kelembapan tanah, sistem pengomposan, dan drone. Namun, pemanfaatannya belum berlangsung rutin di seluruh wilayah.
Selain persoalan lahan, adopsi teknologi juga menghadapi tantangan regenerasi petani. Menurut Muliarta, petani di Bali masih banyak berasal dari kelompok usia 50 tahun ke atas sehingga adaptasi terhadap teknologi mekanik dan digital menjadi tantangan.
Karena itu, ia mendorong pengembangan alat pertanian yang lebih adaptif terhadap karakter subak. Alat tersebut harus mudah dipindahkan dan dioperasikan pada lahan sempit serta dapat digunakan oleh petani muda maupun petani senior.
“Harus menyediakan alat yang adaptif untuk lingkungan topografi subak kita, sehingga lebih gampang dipindahkan dan dioperasionalkan,” ujarnya.
Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan inovasi tersebut. Menurut Muliarta, kampus dapat mendorong terciptanya teknologi yang dirancang berdasarkan kebutuhan petani dan kondisi lahan Bali.
Modernisasi pertanian, tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi, tetapi juga harus memastikan teknologi tersebut sesuai dengan karakter lahan dan sistem subak agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....