Respons Cepat Gempa NTT, RSUD Wangaya Kirim Tim Medis

  • 31 Agt 2026 07:22 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Merespons gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), RSUD Wangaya Kota Denpasar mengirimkan dua tenaga kesehatan untuk memperkuat pelayanan medis bagi korban bencana di Kabupaten Manggarai. Tim medis RSUD Wangaya terdiri atas dokter umum dr. I Putu Agus Ari Permana Wibawa dan perawat Ns. I Putu Eka Surya, S.Kep.

Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, AA. Ayu Dewi Purnami, mengatakan pengiriman tenaga medis tersebut merupakan bagian dari respons pelayanan kesehatan terhadap bencana gempa bumi di NTT. Tim Emergency Medical Responder (EMR) tersebut telah bertugas selama 22–26 Agustus 2026 di Posko RS Lapangan RSUD Ruteng.

"Dalam pelayanan penanganan bencana di NTT kami dijadikan satu tim dari RSUD Wangaya Kota Denpasar, RSUD Payangan Gianyar, dan RSUD Singasana Tabanan. Kami juga melakukan koordinasi dengan HEOC Manggarai, dalam hal ini Bapak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai," dikonfrimasi Minggu 30 Agustus 2026.

Menurut Dewi, tim RSUD Wangaya ditempatkan di Posko RS Lapangan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai. Penempatan tersebut dilakukan karena RSUD setempat terdampak gempa sehingga pelayanan pasien dialihkan ke rumah sakit lapangan.

"Seluruh pelayanan pasien dilakukan di RS lapangan tersebut, yakni penanganan pasien korban gempa dan pasien-pasien lainnya," jelasnya.

Pengiriman Tim Medis Darurat tersebut merupakan tindak lanjut permintaan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Dewi mengatakan keterlibatan RSUD Wangaya dalam tim medis darurat Bali merupakan bentuk komitmen untuk memberikan respons cepat dalam situasi bencana sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan bagi masyarakat terdampak.

"Harapan kami di RSUD Wangaya Kota Denpasar sebagai bagian dari Tim Medis Darurat Bali adalah mampu memberikan respons cepat dan pelayanan medis yang cepat, tepat, efektif, terkoordinasi, serta mengutamakan keselamatan korban dan petugas untuk berupaya menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat bencana gempa bumi di NTT ini," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....