Empat Tahun TPA Negeri Gianyar, Bunda PAUD: Proses Alot Kini Jadi Percontohan
- 07 Sep 2026 14:20 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Gianyar - Empat tahun berdirinya Taman Penitipan Anak (TPA) Negeri Gianyar menjadi kebanggaan Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra. Sebagai salah satu perintis, ia menyebut TPA Negeri Gianyar kini berkembang menjadi layanan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang mendapat apresiasi hingga menjadi percontohan bagi daerah lain.
Hal itu disampaikan saat meninjau pemeriksaan kesehatan dan tumbuh kembang anak serta kegiatan parenting di TPA Negeri Gianyar, Senin 7 September 2026. Kunjungan tersebut merupakan rangkaian menyambut HUT ke-4 TPA Negeri Gianyar yang jatuh pada 16 September 2026 mendatang.
Ny. Dr. Surya Adnyani mengatakan, pembentukan TPA Negeri Gianyar melalui proses panjang dan pembahasan yang cukup alot hingga akhirnya Pemkab Gianyar memiliki TPA yang dikelola pemerintah. “Sebagai perintis, tentu saya sangat bangga. Prosesnya cukup alot sampai akhirnya kita memiliki TPA Negeri milik Pemkab Gianyar. Sekarang hasilnya bisa kita lihat, apresiasinya luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, PAUD tidak hanya mencakup pendidikan di taman kanak-kanak, tetapi juga penitipan, pengasuhan, stimulasi tumbuh kembang dan pendidikan. Memasuki tahun keempat, TPA Negeri Gianyar bahkan menjadi tujuan kunjungan sejumlah Kabupaten/Kota di Bali yang ingin mempelajari sistem pengelolaannya.
“TPA Negeri Gianyar sudah menjadi favorit untuk dikunjungi Kabupaten/Kota di Bali. Mereka datang melihat bagaimana sistemnya, karena nantinya mereka juga akan membuat TPA di Kabupaten masing-masing. Bahkan kita mendapat apresiasi hingga menjadi percontohan tingkat Nasional,” ungkapnya.
Ia menilai keberhasilan TPA juga terlihat dari perkembangan anak. Anak yang awalnya menangis dan belum mandiri secara bertahap mampu beradaptasi dan menunjukkan perkembangan positif. Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara TPA dan orang tua agar pola pengasuhan di sekolah dan di rumah berjalan berkesinambungan.
| Baca juga: Bali menuju Swasembada Bawang Putih |
“TPA tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bekerja sama dengan orang tua. Komunikasi harus terbuka, sehingga pola asuh yang diberikan kepada anak bisa berkesinambungan,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, tim RSUD Sanjiwani Gianyar bersama Puskesmas Gianyar I melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak. Dari hasil pemeriksaan, enam anak disarankan mendapat rujukan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk pemeriksaan lanjutan terkait kesehatan gigi, tumbuh kembang, kesehatan dan gizi.
Selain pemeriksaan kesehatan, orang tua anak juga diundang untuk mendapatkan sosialisasi mencakup pemenuhan gizi, konseling serta parenting dan pola asuh oleh PUSPAGA DP3AP2KB Kabupaten Gianyar. Bunda PAUD Kabupaten Gianyar juga menyosialisasikan pentingnya wajib belajar satu tahun pra sekolah kepada para orang tua.
Menurutnya, masa pra sekolah merupakan tahap penting dalam mempersiapkan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar, baik dari sisi kemampuan belajar, kemandirian, sosial emosional maupun perkembangan karakter. Pada kesempatan itu, Bunda PAUD Ny. Dr. Surya Adnyani menyerahkan Seragam Gratis PAUD Negeri (SERGAP) sebanyak empat stel untuk setiap anak.
Orang tua juga mendapat sosialisasi mengenai bantuan pendidikan jenjang SD, SMP hingga perguruan tinggi, serta program pendidikan satu tahun melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) bagi anak yang ingin memasuki dunia kerja. Pengelola TPA Negeri Gianyar, Juliati Prihatini, melaporkan saat ini terdapat 25 anak yang mengikuti layanan TPA, terdiri atas 12 anak usia 2–3 tahun dan 13 anak usia 3–4 tahun. Jumlah tersebut terdiri dari 12 anak laki-laki dan 13 anak perempuan.
Memasuki usia empat tahun, TPA Negeri Gianyar menjadi bukti bahwa layanan penitipan, pengasuhan dan pendidikan anak usia dini dapat dikembangkan sebagai layanan publik yang dipercaya masyarakat sekaligus menjadi rujukan bagi daerah lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....