Jaga Kepercayaan Konsumen, UMKM Diminta Jujur Sampaikan Informasi Produk

  • 06 Sep 2026 10:04 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM dinilai perlu memastikan informasi produk yang disampaikan kepada konsumen benar dan transparan. Kejujuran informasi dinilai menjadi salah satu kunci dalam membangun kepercayaan pelanggan.

Founder Cemilan Gendut Bali, Risna Basuki kepada RRI.CO.ID, Jum’at, 4 September 2026 mengatakan, pelaku usaha perlu menempatkan dirinya sebagai konsumen ketika menentukan informasi yang akan disampaikan kepada pelanggan. Ia menjelaskan, informasi mengenai komposisi menjadi salah satu hal mendasar yang perlu diperhatikan, terutama bagi pelaku UMKM yang menjual produk makanan.

Menurutnya, apabila suatu produk menggunakan bahan tertentu, informasi tersebut harus disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya. “Kalau daging ya harus daging, bukan cuma perasa,” ujarnya.

Risna mengungkapkan, meskipun UMKM masih berada dalam skala kecil, hak konsumen tetap harus diperhatikan seperti halnya perusahaan atau merek yang sudah besar. Kejujuran dalam menyampaikan komposisi produk, jelasnya, menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan atau trusting pelanggan terhadap produk UMKM.

“Jualannya itu harus jujur, jujur secara komposisi. Meskipun usaha ini masih mini, tidak kalah dengan yang sudah punya brand besar,” ungkapnya.

Selain kualitas produk, Risna menilai pelayanan sebelum dan sesudah transaksi juga menjadi bagian dari pemenuhan hak konsumen. Ia mengatakan, informasi yang disampaikan melalui iklan maupun komunikasi kepada pelanggan harus mampu memberikan gambaran produk secara jelas.

Sementara setelah transaksi, pelaku usaha juga perlu tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan, termasuk membuka ruang untuk menerima testimoni maupun masukan. “Jadi hak-hak itu yang memang UMKM harus pikirkan juga. Nggak yang semata-mata cuma produk, tapi juga layanan,” paparnya.

Risna menambahkan, hubungan dengan pelanggan tidak seharusnya berhenti setelah transaksi selesai. Pelaku UMKM perlu mengetahui respons pelanggan terhadap produk yang telah dibeli.

Ia mencontohkan, pihaknya berupaya menanyakan produk yang menjadi favorit pelanggan serta menerima masukan sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, tujuan utama bukan hanya mendapatkan penjualan, tetapi membangun hubungan sehingga pelanggan memiliki alasan untuk kembali membeli produk.

Risna juga mengatakan, pihaknya siap melakukan penggantian apabila produk yang diterima pelanggan mengalami kerusakan. Dalam proses produksi, ia mengaku menerapkan pengawasan kualitas secara manual dengan memeriksa produk satu per satu sebelum dijual.

Selain itu, pelaku usaha juga menerapkan prosedur kebersihan seperti penggunaan penutup kepala, sarung tangan, masker apabila diperlukan, serta mencuci tangan. “Kalau memang itu ada rusak, saya siap ganti,” tegasnya.

Ia berharap pelaku UMKM tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga menjaga kualitas produk dan pelayanan agar kepercayaan konsumen dapat terus terpelihara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....