PLN Percepat Respons Gangguan Listrik
- 31 Agt 2026 21:17 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — PT PLN (Persero) menguji jaringan komunikasi 450 LTE di Bali untuk mempercepat pertukaran data antara peralatan di lapangan dan pusat pengatur sistem kelistrikan. Teknologi tersebut diuji untuk mendukung pemantauan jaringan serta mempercepat respons ketika terjadi gangguan.
Pengujian dilakukan PLN melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui proof of concept (POC) jaringan 450 LTE. Sejumlah aspek diuji dalam POC tersebut, antara lain jangkauan dan kualitas komunikasi, stabilitas koneksi, serta kemampuan jaringan mengirimkan data operasional secara konsisten.
Dalam sistem kelistrikan, jaringan komunikasi berfungsi sebagai jalur pertukaran informasi antara peralatan di lapangan dan pusat pengatur. Semakin cepat dan stabil komunikasi berlangsung, semakin cepat pula kondisi jaringan dapat diketahui dan ditindaklanjuti oleh petugas.
Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra mengatakan, teknologi komunikasi yang andal semakin dibutuhkan seiring digitalisasi sistem kelistrikan. “POC 450 LTE menjadi kesempatan bagi kami untuk menguji secara langsung bagaimana teknologi komunikasi ini dapat mendukung kebutuhan operasional sistem kelistrikan. Kami ingin memastikan teknologi yang nantinya digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan, memiliki jangkauan dan keandalan yang baik, serta mampu mendukung pertukaran data secara cepat dan konsisten,” ujar Petrus.
Menurut Petrus, komunikasi data berperan penting dalam pemantauan dan pengaturan sistem distribusi listrik. Peralatan di lapangan dapat mengirimkan informasi kondisi jaringan ke pusat pengatur sehingga petugas tidak selalu bergantung pada pelaporan manual.
“Tujuan akhirnya tetap pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan komunikasi yang semakin andal, sistem kelistrikan dapat dipantau dan dikendalikan dengan lebih efektif. Hal tersebut diharapkan turut mendukung percepatan penanganan gangguan dan menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi pelanggan,” katanya.
Penggunaan frekuensi 450 MHz memiliki karakteristik jangkauan yang luas dan penetrasi sinyal yang baik. Namun, kemampuan tersebut tetap perlu diuji dalam kondisi lapangan untuk melihat kesesuaiannya dengan kondisi geografis Bali dan kebutuhan operasional sistem kelistrikan.
Melalui POC, PLN dan Komdigi dapat memperoleh data mengenai performa jaringan sebelum teknologi tersebut dipertimbangkan untuk penerapan dalam skala yang lebih luas.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi Denny Setiawan mengatakan POC diperlukan untuk memperoleh bukti teknis dan pengalaman lapangan sebelum pengembangan teknologi dilakukan secara lebih luas.
“Sinergi Komdigi dan PLN menjadi penting karena pembangunan infrastruktur energi dan digital memiliki keterkaitan yang semakin erat. POC ini perlu dimanfaatkan untuk mendapatkan data dan pembelajaran yang komprehensif sehingga kita memiliki dasar yang kuat untuk menentukan langkah pengembangan berikutnya,” ujar Denny.
Jika hasil pengujian memenuhi kebutuhan operasional, jaringan 450 LTE berpotensi mendukung pemantauan kondisi jaringan secara lebih cepat, pengembangan otomasi jaringan, serta pengiriman data dari berbagai titik jaringan ke pusat pengatur.
Bagi pelanggan, manfaat teknologi tersebut pada akhirnya diukur dari kemampuan PLN merespons kondisi jaringan dengan lebih cepat. Informasi yang diterima secara cepat dan akurat dapat membantu petugas memahami kondisi sistem, menentukan tindakan operasional, serta menangani gangguan secara lebih tepat.
Melalui POC 450 LTE, PLN UP2D Bali dan Komdigi menguji kesiapan teknologi sekaligus mengumpulkan data sebagai bahan evaluasi. Hasil pengujian tersebut akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan pengembangan teknologi komunikasi bagi sistem kelistrikan ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....