PLN Pasang Meter Utama dan Pembanding di Gardu Induk Kubu

  • 21 Agt 2026 18:19 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Karangasem — Bertambahnya sumber pembangkit yang terhubung ke sistem kelistrikan Bali menuntut kesiapan jaringan sekaligus ketelitian dalam mengukur setiap energi yang masuk. Untuk memastikan pencatatan energi berlangsung akurat, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali memasang kWh meter utama dan kWh meter pembanding di Gardu Induk (GI) Kubu, Kabupaten Karangasem.

Pemasangan kedua perangkat tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem pengukuran energi di salah satu titik penting jaringan kelistrikan Bali. Meter utama berfungsi sebagai acuan pencatatan energi, sedangkan meter pembanding digunakan sebagai referensi untuk memeriksa konsistensi hasil pengukuran.

Dalam sistem tenaga listrik, perangkat pengukuran tidak hanya ditemukan pada pelanggan rumah tangga atau tempat usaha. Meter juga ditempatkan di titik strategis seperti gardu induk untuk mengetahui besaran energi yang berpindah dari satu bagian sistem ke bagian lainnya.

Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra mengatakan akurasi pengukuran menjadi bagian penting dalam pengelolaan energi berbasis data. “Pemasangan kWh meter utama dan pembanding di GI Kubu bukan hanya berkaitan dengan pencatatan energi, tetapi juga memastikan kami memiliki data yang akurat mengenai energi yang masuk dan disalurkan ke sistem. Data tersebut menjadi dasar penting dalam pengelolaan dan evaluasi sistem kelistrikan,” ujar Petrus.

Menurut Petrus, kebutuhan terhadap data pengukuran yang akurat semakin penting seiring berkembangnya sistem kelistrikan dan bertambahnya sumber energi yang terhubung ke jaringan. “Semakin berkembang sistem kelistrikan dan semakin banyak sumber energi yang terhubung, semakin penting pula kualitas data pengukuran. Dengan data yang akurat, pengelolaan energi dapat dilakukan secara lebih terukur, efisien, dan akuntabel sehingga keandalan pelayanan kepada masyarakat dapat terus dijaga,” katanya.

Keberadaan dua perangkat pengukuran di GI Kubu memungkinkan PLN melakukan pemeriksaan terhadap konsistensi data energi yang tercatat. Apabila terdapat perbedaan hasil pencatatan, data dari meter utama dan pembanding dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memastikan kualitas pengukuran tetap terjaga.

Data tersebut juga dapat dimanfaatkan dalam proses rekonsiliasi energi, evaluasi aliran energi, hingga mendukung pengambilan keputusan dalam pengoperasian sistem kelistrikan. Dengan demikian, pengukuran energi tidak sekadar mencatat angka, tetapi menjadi bagian dari tata kelola sistem kelistrikan yang berbasis data dan dapat dipertanggungjawabkan.

Secara sederhana, kilowatt-jam (kWh) merupakan satuan energi listrik. Satu kWh menggambarkan energi yang digunakan perangkat berdaya 1.000 watt selama satu jam. Dalam sistem ketenagalistrikan, satuan tersebut digunakan untuk mencatat konsumsi listrik pelanggan sekaligus mengukur energi pada berbagai titik jaringan.

Pemasangan meter utama dan pembanding di GI Kubu juga menjadi bagian dari kesiapan sistem untuk menerima dan mengelola energi dari pembangkit baru. Penambahan sumber energi tidak hanya membutuhkan kesiapan pembangkit, jaringan, dan gardu induk, tetapi juga sistem pengukuran yang mampu mencatat besaran energi secara tepat.

Setiap energi yang masuk ke sistem perlu diketahui besaran dan alirannya. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi PLN dalam mengelola keseimbangan sistem, mengevaluasi operasi, dan memastikan energi dapat disalurkan secara optimal kepada pelanggan.

Bagi masyarakat, proses tersebut berlangsung di balik layar. Namun, di balik listrik yang digunakan untuk menyalakan lampu, menjalankan peralatan rumah tangga, mendukung kegiatan usaha, hingga menggerakkan aktivitas ekonomi, terdapat rangkaian sistem yang harus bekerja secara akurat dan andal.

Melalui pemasangan kWh meter utama dan pembanding di GI Kubu, PLN UP2D Bali memperkuat kualitas pengukuran energi sebagai bagian dari kesiapan sistem kelistrikan Bali menghadapi bertambahnya sumber energi yang terhubung ke jaringan. Dengan pengukuran yang semakin akurat, PLN tidak hanya memastikan energi dapat disalurkan secara andal, tetapi juga memastikan setiap energi yang masuk ke sistem dapat diukur, dicatat, dan dikelola secara tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....