Produk Lokal Karangasem Banyak Diserap Hotel dan Restoran, Pasokan Jadi Kendala

  • 31 Agt 2026 12:22 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Karangasem – Produk pertanian, perikanan, dan perkebunan lokal Karangasem banyak diserap hotel dan restoran. Namun, kualitas yang belum seragam serta pasokan yang belum berkelanjutan masih menjadi kendala.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem, I Wayan Kariasa, mengatakan keterserapan produk lokal di sektor pariwisata Karangasem tergolong tinggi. “Mayoritas pengusaha industri pariwisata, restoran, dan warung makan juga dimiliki masyarakat lokal. Kebutuhan di dapur restoran pun banyak menggunakan produk lokal,” ujar Kariasa, Senin 31 Agustus 2026.

Sejumlah komoditas yang banyak digunakan antara lain beras, buah-buahan, sayuran, ikan, dan garam. Produk perikanan seperti tuna, mahi-mahi, kakap, hingga lobster juga memiliki pasar di hotel dan restoran.

Menurut Kariasa, persoalan utama bukan harga, melainkan pengendalian kualitas dan kesinambungan pasokan. “Dua hal yang paling menonjol, pertama menyangkut quality control, kedua ketersediaan yang berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah produk pertanian bersifat musiman sehingga pasokannya tidak tersedia sepanjang tahun. Kondisi ini menjadi tantangan bagi industri pariwisata yang membutuhkan bahan baku secara rutin.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat pendampingan kepada UMKM dan produsen lokal, terutama terkait standar kualitas serta pola kebutuhan industri pariwisata. Produsen juga perlu menyesuaikan waktu produksi dan panen dengan periode meningkatnya kunjungan wisatawan.

Kariasa mencontohkan Juli hingga September yang biasanya menjadi periode kunjungan wisatawan lebih tinggi. “Perlu disesuaikan sehingga kondisi panen bagaimana agar bisa panen pada bulan itu. Kebutuhan antara demand dan supply harus seimbang,” ujarnya.

Selain memperkuat rantai pasok, Karyasa mendorong inovasi terhadap produk musiman. Salak, misalnya, dapat diolah menjadi makanan dan oleh-oleh dengan masa simpan lebih panjang.

Menurut dia, kolaborasi pemerintah, pelaku pariwisata, UMKM, dan kelompok masyarakat diperlukan untuk meningkatkan kualitas, pengemasan, serta pemasaran produk lokal. Dengan langkah tersebut, produk lokal Karangasem diharapkan tidak hanya terserap industri pariwisata, tetapi juga memiliki nilai tambah dan pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....