Kunjungan Wisatawan ke Karangasem Turun, Hunian Hotel Hanya 60–70 Persen
- 31 Agt 2026 12:33 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Karangasem – Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karangasem, Bali, belum mampu mencapai performa yang diharapkan pada Agustus 2026. Tingkat hunian hotel dan akomodasi pariwisata hanya berada di kisaran 60–70 persen, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 80 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem, I Wayan Kariasa, mengatakan penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari situasi geopolitik global hingga proyek konservasi pantai di kawasan Candidasa.
“Kalau secara rata-rata sekarang kisaran 60 sampai 70 persen di bulan Agustus. Kalau bulan Juli setara 55 sampai 65 persen,” ujarnya, Senin 31 Agustus 2026.
Menurut Karyasa, tingkat hunian tersebut masih berada di bawah kondisi ideal. Pada Juli, Agustus, dan September, okupansi akomodasi pariwisata semestinya dapat menembus lebih dari 80 persen karena periode tersebut biasanya menjadi musim ramai kunjungan wisatawan.
Karangasem selama ini cukup bergantung pada wisatawan mancanegara, terutama dari pasar Eropa. Kondisi geopolitik global yang tidak stabil turut memengaruhi keputusan wisatawan untuk melakukan perjalanan.
Karyasa mengatakan gangguan perjalanan udara akibat konflik di kawasan Timur Tengah membuat sebagian wisatawan membatalkan perjalanan. Kendala penerbangan dan transit di kawasan tersebut berdampak terhadap arus wisatawan menuju Bali, termasuk Karangasem.
Selain faktor geopolitik, proyek konservasi pantai di Candidasa juga dinilai ikut memengaruhi pergerakan wisatawan. Proyek yang telah berlangsung sejak Januari 2025 tersebut dijadwalkan selesai pada November 2027.
Menurut Karyasa, kondisi proyek membuat sebagian wisatawan memilih melewati kawasan Candidasa dalam perjalanan mereka.
“Memang masih ada, tetapi agak berkurang kalau dibandingkan dengan sebelumnya,” katanya.
Faktor lain yang turut memengaruhi kunjungan adalah adanya sejumlah momentum olahraga internasional. Kondisi tersebut disebut dapat mengubah pola pengeluaran wisatawan, karena sebagian wisatawan memilih mengalokasikan anggaran perjalanan untuk menghadiri atau menyaksikan ajang olahraga.
Karyasa menilai peningkatan kunjungan wisatawan ke Karangasem membutuhkan strategi jangka menengah dan tidak dapat dilakukan secara instan. Promosi dan pemasaran destinasi perlu dipersiapkan sejak jauh hari agar mampu menarik wisatawan pada periode kunjungan berikutnya.
“Dengan strategi yang lebih terarah, sektor pariwisata Karangasem diharapkan kembali meningkatkan tingkat kunjungan dan okupansi akomodasi,” harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....