Pengguna Media Sosial Diminta Tidak Abaikan Privasi
- 31 Agt 2026 12:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Etika menjaga privasi dan meminta persetujuan atau konsen dinilai masih menjadi tantangan dalam penggunaan media sosial. Masyarakat diingatkan untuk tidak sembarangan merekam, memotret, maupun mengunggah wajah atau identitas orang lain tanpa persetujuan.
Pemerhati media, Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, kepada RRI.CO.ID, Sabtu, 29 Agustus 2026 mengatakan salah satu pelanggaran etika yang masih sering ditemukan di media sosial adalah ketika netizen merekam atau memotret orang lain tanpa diketahui maupun disetujui oleh yang bersangkutan. “Yang paling sering saya temukan itu adalah netizen merekam, memfoto orang atau situasi yang tidak dengan konsen. Dalam artian tidak dengan disetujui atau diketahui oleh orang yang kita foto atau ada orang yang kita upload dalam konten tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun pengambilan gambar dilakukan di ruang publik, identitas dan profil orang yang terekam tetap perlu diperhatikan sebelum konten tersebut disebarluaskan. Ia menilai penyebaran foto atau informasi seseorang tanpa persetujuan dapat menimbulkan persoalan, terutama apabila orang yang bersangkutan merasa keberatan.
Bahkan, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum. “Kalau misalnya orangnya keberatan dan yang lainnya bisa dituntut dengan Undang-Undang ITE misalnya seperti itu,” jelasnya.
Selain persoalan hukum, penyebaran informasi mengenai keberadaan atau identitas seseorang tanpa izin juga dapat membahayakan keselamatan dan kenyamanan pribadi. Amanda menambahkan, masyarakat juga perlu memperhatikan norma kesopanan dan etika sosial ketika membuat maupun membagikan konten.
Menurutnya, kebiasaan untuk meminta izin sebelum mengunggah foto orang lain merupakan bentuk sederhana dalam menghormati hak dan privasi sesama pengguna media sosial. Ia melihat kesadaran tersebut mulai tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda.
Tidak sedikit pengguna media sosial yang mulai saling mengingatkan ketika menemukan unggahan yang menampilkan orang lain tanpa memperhatikan privasi. “Pembelajarannya adalah ya sudah, warga jaga warga, jaga etika warga yang lainnya dengan memberitahukan apa yang sepatutnya,” katanya.
Ia berharap budaya saling mengingatkan tersebut terus berkembang sehingga media sosial dapat menjadi ruang yang nyaman, aman, dan menghargai hak setiap penggunanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....