PLN Uji Jaringan 450 LTE di Bali, Percepat Respons Sistem Kelistrikan Digital

  • 21 Agt 2026 18:21 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Kecepatan informasi menjadi salah satu kunci dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan. Semakin cepat kondisi jaringan diketahui, semakin cepat pula langkah operasional dapat dilakukan.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menguji penerapan jaringan 450 LTE melalui proof of concept (POC) di Bali. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengukur kemampuan jaringan 450 LTE dalam mendukung komunikasi antara peralatan di lapangan dan pusat pengatur sistem kelistrikan.

Sejumlah aspek menjadi perhatian, termasuk jangkauan dan kualitas komunikasi, stabilitas koneksi, serta kemampuan jaringan mengirimkan data operasional secara konsisten. Dalam sistem kelistrikan yang semakin terdigitalisasi, jaringan komunikasi berfungsi sebagai jalur pertukaran informasi dari berbagai perangkat di lapangan menuju pusat pengatur.

Kualitas komunikasi yang baik memungkinkan informasi mengenai kondisi jaringan diterima lebih cepat sehingga dapat menjadi dasar pemantauan dan pengambilan keputusan operasional. Implementasi POC tersebut mendapat perhatian Komdigi melalui kunjungan lapangan yang dipimpin Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan.

Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi teknologi sekaligus membahas kebutuhan teknis dan hasil pengujian jaringan 450 LTE di PLN UP2D Bali. Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra mengatakan teknologi komunikasi yang andal semakin dibutuhkan seiring transformasi sistem kelistrikan menuju sistem yang lebih digital dan terintegrasi.

“POC 450 LTE menjadi kesempatan bagi kami untuk menguji secara langsung bagaimana teknologi komunikasi ini dapat mendukung kebutuhan operasional sistem kelistrikan. Kami ingin memastikan teknologi yang nantinya digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan, memiliki jangkauan dan keandalan yang baik, serta mampu mendukung pertukaran data secara cepat dan konsisten,” ujar Petrus, Rabu 19 Agustus 2026.

Menurut Petrus, komunikasi data memiliki peran penting dalam pemantauan dan pengaturan sistem distribusi listrik. Informasi dari perangkat di lapangan dapat membantu petugas mengetahui kondisi jaringan tanpa selalu bergantung pada penyampaian informasi secara manual.

“Tujuan akhirnya tetap pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan komunikasi yang semakin andal, sistem kelistrikan dapat dipantau dan dikendalikan dengan lebih efektif. Hal tersebut diharapkan turut mendukung percepatan penanganan gangguan dan menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi pelanggan,” katanya.

POC 450 LTE juga menjadi langkah untuk menguji kemampuan teknologi komunikasi dalam kondisi operasional sebenarnya. Pengujian diperlukan untuk memastikan jaringan mampu memenuhi kebutuhan sistem kelistrikan, bukan sekadar menunjukkan kemampuan teknis dalam kondisi ideal.

Frekuensi 450 MHz memiliki karakteristik jangkauan yang relatif luas dan kemampuan penetrasi sinyal yang baik. Meski demikian, performa jaringan tetap perlu diuji secara langsung dengan mempertimbangkan kondisi geografis Bali serta kebutuhan operasional PLN.

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi Denny Setiawan mengatakan POC penting untuk memperoleh bukti teknis dan data lapangan sebelum teknologi dikembangkan dalam skala yang lebih luas. “Sinergi Komdigi dan PLN menjadi penting karena pembangunan infrastruktur energi dan digital memiliki keterkaitan yang semakin erat. POC ini perlu dimanfaatkan untuk mendapatkan data dan pembelajaran yang komprehensif sehingga kita memiliki dasar yang kuat untuk menentukan langkah pengembangan berikutnya,” ujar Denny.

Jika hasil pengujian menunjukkan performa sesuai kebutuhan, teknologi tersebut berpotensi mendukung pemantauan kondisi jaringan secara lebih cepat, pengembangan otomasi jaringan, hingga pengiriman data dari berbagai titik jaringan menuju pusat pengatur. Dengan demikian, tujuan POC bukan sekadar menghadirkan jaringan komunikasi baru, melainkan mempercepat aliran informasi di dalam sistem kelistrikan. Informasi yang diterima lebih cepat dapat membantu petugas memahami kondisi jaringan, menentukan langkah operasional, serta merespons gangguan secara lebih tepat.

Melalui POC 450 LTE, PLN UP2D Bali dan Komdigi menguji kesiapan teknologi sekaligus mengumpulkan data sebagai bahan evaluasi sebelum penerapan dikembangkan lebih luas. Bagi pelanggan, manfaat akhirnya bukan sekadar kecanggihan teknologi, melainkan kemampuan PLN mengetahui kondisi sistem lebih cepat dan memberikan respons yang semakin andal ketika layanan listrik dibutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....