Seni Pantomim Dorong Komunikasi Empati Anak Disabilitas
- 24 Agt 2026 15:10 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat atau PKM-PM Universitas Pendidikan Ganesha mengembangkan komunikasi empati bagi anak lintas disabilitas melalui seni pantomim. Program bertajuk "Mengorkestrasi Komunikasi Empati Melalui Literasi Seni Pantomim Berbasis Tat Twam Asi pada Lintas Disabilitas di Yayasan Corti Denpasar" dilaksanakan di Yayasan Corti Denpasar.
Program yang didanai melalui PKM Tahun 2026 tersebut memadukan seni pantomim dengan nilai kearifan lokal Bali, Tat Twam Asi. Pendekatan ini diarahkan untuk membantu anak memahami perasaan orang lain, mengekspresikan emosi melalui komunikasi nonverbal, serta membangun hubungan yang saling menghargai.
Program diketuai Wayan Angga Budawan bersama I Made Ari Suantara, Ni Kadek Helen Martha Dewi, I Wayan Yoga Sugiantara, dan Agung Ayu Pradnya Paramita Dewi, dengan pendampingan dosen I Kadek Edi Yudiana, M.Pd. Sebanyak 12 anak mengikuti kegiatan, terdiri atas delapan anak tunarungu dan empat anak tunagrahita.
Pelatihan menggunakan metode Expressive Arts yang memanfaatkan seni sebagai media untuk mengekspresikan emosi, mengembangkan empati, dan memperkuat komunikasi nonverbal. Kegiatan juga memanfaatkan teknologi Augmented Reality sebagai media pembelajaran interaktif agar anak lebih mudah memahami gerakan, ekspresi, dan karakter dalam seni pantomim.
Melalui rangkaian pelatihan, anak diajak mengenali emosi diri dan orang lain, memahami bahasa tubuh, serta menerapkan nilai Tat Twam Asi dalam interaksi sehari-hari. Pada tahap akhir, anak mempraktikkan kisah Jayaprana dan Layonsari dalam bentuk pantomim sebagai media pembelajaran komunikasi empati dan penyelesaian konflik secara damai.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berkelanjutan bagi Yayasan Corti Denpasar. Selain memperkuat kemampuan komunikasi nonverbal, kegiatan ini juga diharapkan menanamkan kepedulian dan sikap saling menghargai untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan harmonis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....