Solah-Solah Jadi Media Introspeksi Diri dan Pelestarian Budaya Bali
- 30 Jul 2026 06:32 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kesenian tradisional Solah-Solah tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga menjadi media refleksi diri yang mengajak masyarakat untuk menjalani kehidupan berdasarkan nilai-nilai yang diwariskan dalam sastra dan lontar Bali. Pesan tersebut disampaikan dalam pementasan Solah-Solah yang dibawakan Paguyuban Seni Sanga Tiga pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.
Ketua Paguyuban Seni Sanga Tiga, I Wayan Darya, Kepada RRI.CO.ID, Jum'at 10 Juli 2026 mengatakan pementasan Solah-Solah mengandung makna mendalam tentang pentingnya introspeksi diri dalam setiap tindakan, ucapan, dan perilaku sehari-hari. Menurutnya, seluruh perilaku manusia seharusnya berpedoman pada ajaran yang tertuang dalam sastra dan lontar sebagai warisan nilai kehidupan masyarakat Bali.
"Melalui Solah-Solah, kami mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bertindak, berbicara, dan berperilaku, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, baik antar sesama manusia maupun dengan seluruh makhluk hidup," ujarnya.
Ia menjelaskan, pementasan tersebut melibatkan sekitar 30 seniman, dengan dukungan puluhan anggota lainnya yang turut membantu di balik panggung. Seluruh pengisi acara merupakan alumni Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), yang kini menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, angkatan 1993.
Menurut Darya, paguyuban tersebut terbentuk dari semangat kebersamaan para alumni yang rutin berkumpul setiap bulan untuk ngayah atau mengabdi dalam berbagai kegiatan seni dan budaya di Bali. Koordinasi antarseniman dilakukan secara sederhana melalui grup komunikasi sehingga tidak mengalami kendala berarti dalam proses persiapan.
Untuk pementasan kali ini, persiapan dilakukan selama kurang lebih empat bulan dengan menghadirkan konsep garapan baru melalui kolaborasi tiga barung gamelan yang dipadukan dengan seni topeng, tari, dan tembang. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan sajian seni yang lebih utuh tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.
Darya berharap seluruh elemen masyarakat terus mencintai dan menjaga budaya Bali sebagai identitas utama Pulau Dewata. Ia juga mengajak pemerintah agar semakin memberikan perhatian kepada para seniman yang selama ini berperan menjaga keberlangsungan seni dan budaya daerah.
"Budaya adalah kekayaan utama Bali. Karena itu kami berharap seluruh masyarakat terus mencintainya, sementara para pemangku kebijakan semakin memperhatikan seniman yang telah berjuang melestarikan warisan budaya ini," katanya.
Melalui pementasan Solah-Solah, nilai-nilai luhur budaya Bali diharapkan terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan kehidupan serta memperkuat identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....