PLN Mengajar Bekali Siswa SMPN 16 Denpasar soal Keselamatan Listrik
- 21 Agt 2026 18:15 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Listrik menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, tetapi penggunaannya tetap menyimpan risiko jika tidak disertai pemahaman keselamatan. Karena itu, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan melalui PLN ULP Sanur membekali siswa kelas IX SMP Negeri 16 Denpasar dengan pengetahuan keselamatan ketenagalistrikan melalui program PLN Mengajar, Kamis 20 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 16 Denpasar, Jalan Kertha Winangun No. 1, Sidakarya, Denpasar Selatan, tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain keselamatan listrik, PLN juga mengenalkan produk dan layanan digital, termasuk aplikasi PLN Mobile, kepada para siswa dan tenaga pendidik.
Manajer PLN ULP Sanur Gina Sanjaya bersama tim menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Para siswa diperkenalkan dengan berbagai potensi bahaya kelistrikan serta pentingnya menerapkan perilaku aman ketika berinteraksi dengan perangkat maupun instalasi listrik.
Waka Humas SMP Negeri 16 Denpasar Purnama Dewi menyambut baik edukasi tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan listrik penting ditanamkan sejak usia sekolah agar siswa tidak hanya mengetahui manfaat listrik, tetapi juga memahami risiko penggunaannya.
“Edukasi keselamatan ketenagalistrikan penting diberikan sejak usia sekolah. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa pengetahuan mengenai listrik tidak hanya dipahami dari sisi manfaatnya, tetapi juga dari aspek keselamatan dalam penggunaannya sehari-hari,” ujar Purnama.
Selain keselamatan ketenagalistrikan, PLN memperkenalkan PLN Mobile sebagai kanal digital untuk mengakses berbagai layanan kelistrikan. Pengenalan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi layanan digital PLN, khususnya di kalangan generasi muda yang dekat dengan teknologi.
Tim PLN juga menyampaikan informasi mengenai program Merdeka Daya, berupa diskon 50 persen untuk layanan tambah daya yang berlaku hingga 25 Agustus 2026. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui sesi tanya jawab.
Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dari tim PLN mendapatkan suvenir dan hadiah. Guru yang hadir juga memperoleh suvenir setelah mengunduh aplikasi PLN Mobile.
Suasana kegiatan berlangsung komunikatif dengan siswa aktif mengikuti materi dan berdiskusi bersama narasumber. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena para siswa dan siswi mendapatkan pengenalan mengenai kelistrikan dan bahaya kelistrikan,” kata Purnama.
Manager PLN UP3 Bali Selatan Alexander J. Manuhuwa mengatakan edukasi keselamatan ketenagalistrikan merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menggunakan listrik secara aman. Menurut Alexander, program PLN Mengajar menjadi sarana bagi PLN untuk menyampaikan edukasi secara langsung kepada pelajar dengan pendekatan yang interaktif dan mudah dipahami.
“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh melalui PLN Mengajar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan turut dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar. Dengan pemahaman yang baik, manfaat listrik dapat dirasakan secara optimal dengan tetap mengedepankan keselamatan,” ujar Alexander.
PLN UP3 Bali Selatan akan terus mendorong peningkatan literasi kelistrikan melalui kegiatan edukasi yang menyasar masyarakat, termasuk kalangan pelajar. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran menggunakan listrik secara aman sekaligus memperkenalkan layanan PLN yang semakin mudah diakses secara digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....