Gubernur Koster Dorong Kolaborasi Teknologi dan Pendidikan Perkuat SDM Bali
- 15 Agt 2026 14:38 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor teknologi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Bali. Penguatan kemampuan numerasi dan literasi digital dinilai penting agar generasi muda Bali mampu berpikir kritis sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Hal tersebut disampaikan Koster saat menghadiri kegiatan kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali bersama Telkomsel, Gasing Academy, Kuncie, dan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran “AI for Education” yang inklusif di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat 14 Agustus 2026. Kolaborasi tersebut menghadirkan pendekatan pembelajaran matematika yang lebih mudah dipahami, interaktif, dan menyenangkan bagi guru maupun siswa. Teknologi AI juga dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memperkuat proses pembelajaran.
Koster mengatakan, penguatan numerasi merupakan bagian dari upaya membangun SDM Bali Unggul yang mampu berpikir logis, bekerja berbasis data, dan mengambil keputusan secara tepat. “Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun SDM Bali Unggul, karena kemampuan numerasi akan membentuk generasi yang terbiasa berpikir logis, bekerja berbasis data, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Koster.
Ia mengapresiasi inisiatif Telkomsel dan Prof. Yohanes Surya yang menghadirkan program tersebut di Bali. Koster juga menyatakan Pemprov Bali siap mendorong kolaborasi yang lebih luas agar manfaat program dapat dirasakan sekolah dan masyarakat di seluruh wilayah Bali.
Menurut Koster, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas manusia. Generasi muda tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat.
“Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas manusia. Penguatan kemampuan dasar, termasuk numerasi, menjadi penting agar generasi muda Bali tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah,” katanya.
Program pembelajaran tersebut dikembangkan melalui Gasing Academy dengan pendekatan GASING atau Gampang, Asyik, dan Menyenangkan. Metode tersebut dirancang agar matematika dapat dipelajari secara sederhana, bertahap, dan tidak lagi menjadi pelajaran yang menakutkan bagi siswa.
Pembelajaran kemudian diperkuat melalui Sacred Octagon, platform berbasis permainan yang didukung teknologi AI. Platform tersebut dirancang untuk membantu siswa mempelajari matematika secara interaktif dan bertahap sesuai perkembangan kemampuan mereka.
Dalam konsep “AI for Education”, teknologi ditempatkan sebagai alat bantu pembelajaran. Guru tetap menjadi bagian utama dalam proses pendidikan, sementara teknologi digunakan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Direktur Utama Telkomsel Nugroho mengatakan, kemampuan numerasi tidak sebatas kemampuan berhitung. Numerasi juga menjadi fondasi untuk memahami persoalan, berpikir, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pencetus metode GASING, Prof. Yohanes Surya, Ph.D., mengatakan pendekatan tersebut dirancang agar matematika dapat dipelajari secara sederhana dan menyenangkan. Menurut Yohanes, kepercayaan diri guru dalam mengajar dan keberanian siswa untuk mencoba menjadi bagian penting dalam menciptakan perubahan dalam proses pembelajaran.
Pada kegiatan tersebut, guru dan siswa berkesempatan menyaksikan sekaligus mencoba langsung pembelajaran menggunakan pendekatan GASING dan platform Sacred Octagon. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan di lapangan sekaligus mengukur manfaat program secara bertahap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....