Wisata Pernikahan Berpotensi Perkuat Pariwisata Bali
- 16 Agt 2026 09:22 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Bali dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata pernikahan atau wedding tourism. Keindahan alam, keberagaman budaya, serta ketersediaan berbagai venue pernikahan menjadi daya tarik bagi pasangan dari dalam maupun luar negeri.
Koordinator Program Studi Industri Perjalanan Wisata Universitas Udayana Dr. I Made Kusuma Negara mengatakan, Bali memiliki berbagai pilihan lokasi yang dapat dikemas menjadi paket wisata pernikahan. Mulai dari pantai, kawasan bersejarah, hingga resort dengan pemandangan yang menarik menjadi modal utama Bali mengembangkan pasar tersebut.
“Hampir semua hotel di Bali memiliki venue untuk wedding. Yang menarik sebenarnya banyak tawaran landscape yang disediakan, misalnya pantai, tempat-tempat yang historis, dan resort yang memang photogenic,” ujar I Made Kusuma Negara.
Menurutnya, wisata pernikahan tidak hanya memberikan pengalaman bagi pasangan yang melangsungkan pernikahan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi berbagai sektor. Dampaknya dapat dirasakan mulai dari akomodasi, transportasi lokal, kuliner, hingga aktivitas wisata dan belanja yang dilakukan pasangan maupun tamu undangan selama berada di Bali.
Pasar wisata pernikahan juga dinilai cukup potensial dari sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Hong Kong. Para pasangan dan tamu yang datang untuk menghadiri pernikahan berpeluang memperpanjang kunjungan dengan mengikuti paket wisata, berbelanja, maupun menikmati berbagai atraksi wisata di Bali.
Namun, pengembangan wedding tourism perlu memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan budaya. Penggunaan plastik sekali pakai serta persoalan food waste dari kegiatan pernikahan menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh pelaku industri pariwisata.
“Wedding ini mungkin akan lebih punya value jika mampu memberikan dampak tidak hanya ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Konsep green dan sustainability bisa menjadi nilai jual untuk wisata pernikahan ke depan,” jelasnya.
Dari sisi promosi, Bali dinilai sudah memiliki nama kuat di pasar internasional sehingga penguatan kualitas produk dan pengelolaan destinasi menjadi hal yang tidak kalah penting. Persoalan seperti kemacetan dan sampah juga perlu ditangani karena dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan yang datang untuk melaksanakan pernikahan.
I Made Kusuma Negara menilai kekuatan budaya Bali juga dapat menjadi keunggulan dalam mengembangkan wisata pernikahan. Kedekatan budaya dan karakteristik masyarakat di kawasan Asia Tenggara dapat menjadi peluang untuk menarik pasar dari negara seperti Malaysia dan Singapura.
Pengembangan wisata pernikahan diharapkan tidak hanya menjadikan Bali sebagai tempat melangsungkan acara pernikahan. Konsep tersebut perlu dikemas sebagai pengalaman wisata yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus tetap menjaga budaya dan keberlanjutan lingkungan Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....