Walhi Bali Soroti Ancaman Lingkungan akibat Pembangunan Pariwisata Masif
- 30 Jul 2026 06:20 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Kondisi lingkungan di Bali dinilai semakin berat seiring pesatnya pembangunan infrastruktur dan ekspansi sektor pariwisata. Berbagai proyek pembangunan dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap daya dukung lingkungan hidup di Pulau Dewata.
Direktur Walhi Bali, Anak Agung Gede Surya Sentana, S.Fil, mengatakan pembangunan seperti rencana bandara baru, jalur kereta api di kawasan wisata, hingga jalan tol Gilimanuk–Mengwi perlu dikaji secara serius agar tidak mengorbankan kawasan pertanian, hutan, dan ruang hidup masyarakat. Selain itu, alih fungsi lahan pertanian masih menjadi persoalan yang terus terjadi.
"Lingkungan di Bali saat ini keadaannya semakin berat. Berbagai rencana pembangunan dan ekspansi sektor pariwisata berpotensi menambah tekanan terhadap daya dukung lingkungan hidup Bali," kata Direktur Walhi Bali, Anak Agung Gede Surya Sentana.
Berdasarkan data yang dihimpun Walhi Bali, luas lahan sawah di Badung dan Denpasar terus menyusut dalam kurun Tahun 2000 hingga Tahun 2020. Selain itu, meningkatnya jumlah hotel dan aktivitas pariwisata dinilai memicu fenomena over tourism dan over build yang berdampak pada kemacetan, peningkatan volume sampah, alih fungsi lahan, hingga penurunan kualitas lingkungan.
"Pemerintah memiliki kewenangan terbesar dalam menentukan arah kebijakan. Karena itu masyarakat perlu aktif mengawasi kebijakan pemerintah, sementara generasi muda harus mulai peduli terhadap lingkungan sejak dini agar alam Bali tetap lestari," ujarnya.
Walhi Bali juga terus mengajak masyarakat melalui kegiatan kampanye, edukasi, diskusi, dan advokasi lingkungan. Organisasi tersebut berharap pemerintah, komunitas, dan masyarakat dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan Bali yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....