Aisyiyah dan Kemenhaj Bali Perkuat Pendampingan Jemaah Lansia
- 16 Agt 2026 10:01 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung - Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali bersama Pimpinan Wilayah Aisyiyah Bali sepakat memperkuat pendampingan bagi jemaah haji lanjut usia. Kesepakatan ini diarahkan untuk memastikan jemaah lansia memperoleh pembinaan, pendampingan, serta pelayanan yang aman dan nyaman selama menjalankan ibadah haji.
PW Aisyiyah Bali sependapat bahwa jemaah haji lansia perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah selama perjalanan ibadah haji. Ormas kewanitaan tersebut juga setuju dengan tagline penyelenggaraan haji oleh pemerintah untuk melaksanakan haji yang ramah lansia, disabilitas dan Perempuan serta penyelenggaraan yang aman dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
“Praktiknya, banyak kami dengar adanya jemaah haji lansia yang tidak mendapatkan pelayanan dan perhatian prioritas, termasuk oleh para pendampingnya yang sebenarnya diberangkatkan untuk mengurusi jemaah lansia. Perlu evaluasi dan tindak lanjut yang sungguh-sungguh untuk mewujudkan slogan haji ramah lansia, disabilitas dan perempuan,” jelas Ketua PW Aisyiyah Bali, Sari Prasetya Angkasa, didampingi jajaran pengurus harian PW Aisyiyah Bali.
Karenanya, PW Aisyiyah Bali menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji terutama di Provinsi Bali, khususnya peran strategis dalam pembekalan dan pemberdayaan lansia, edukasi peran pendamping lansia dalam ibadah haji, pendampingan intensif, serta kolaborasi di bidang layanan kesehatan jemaah lansia dan disabilitas.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Bali, H. Muhammad Nasihuddin, memberikan apresiasi positif terhadap inisiatif sekaligus komitmen PW Aisyiyah Bali untuk turut peduli dan membantu kesiapan mental para Jemaah haji lansia, termasuk pendampingnya, agar dapat menjalankan ibadah haji secara aman dan nyaman
"Lansia sangat perlu perhatian khusus. Begitu pula para pendamping lansia juga perlu mendapat edukasi yang utuh tentang peran strategisnya. Harus ada pemahaman yang jelas mengenai bagaimana mereka beraktivitas dengan aman dan berhati-hati. Karena itu, pembekalan mental bagi para pendamping lansia menjadi krusial," ujar Muhammad Nasihuddin, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementrian Haji dan Umrah Provinsi Bali.
Pertemuan ini menyepakati komitmen awal untuk menyusun langkah kerja sama konkret, meliputi pelatihan teknis pendampingan, pemantauan kesehatan, hingga penguatan mental bagi pendamping jemaah haji dan umrah lansia di wilayah Provinsi Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....