Sensus Ekonomi Capai 83 Persen, Pendataan Usaha Digenjot

  • 10 Agt 2026 13:36 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Sensus ekonomi yang digelar Badan Pusat Statistik Provinsi Bali sejak awal Mei 2026 menunjukkan progress signifikan. Pendataan terhadap sejumlah unit usaha dari skala mikro kecil dan menengah serta usaha besar di Pulau Dewata telah mencapai 83 persen.

Sejumlah tantangan dihadapi petugas sensus mengakselerasi ketepatan data untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, kendati progress sensus ekonomi di Bali cukup signifikan sekitar 83 persen, pendataan terhadap usaha mikro hingga menengah cenderung masih menghadapi sejumlah kendala akibat karakteristik masing – masing wilayah.

Ia menjelaskan, karakteristik warga salah satunya di Denpasar sering lebih lambat karena pemilik usaha atau warga sulit ditemui akibat rutinitas yang padat. Selain itu, sebagian masyarakat atau pelaku usaha ragu dan takut di data karena kurangnya pemahaman terkait tujuan dari pencacahan.

Agus Hendrayana Hermawan menambahkan, dalam Sensus Ekonomi tahun ini, pihaknya menerjunkan ribuan petugas sensus untuk mengidentifikasi potensi di berbagai wilayah dan sektor termasuk ekonomi digital. “Progres Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 83 persen. Sejumlah tantangan dihadapi petugas sensus untuk akselerasi ketepatan data mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara, Dosen Fakultas Ekonomi Undiknas Denpasar Dr. I Gusti Ngurah Widya Hadi Saputra menilai, Sensus Ekonomi menjadi salah satu instrumen untuk mendapatkan data akurat yang dapat memberdayakan masyarakat dengan kebijakan inklusif. Menurutnya, jika data akurat, perencanaan ekonomi akan lebih efektif, sehingga kebijakan pembangunan bisa dirumuskan dengan tepat dan sesuai potensi masing - masing wilayah.

“Sensus Ekonomi instrument penting untuk kebijakan yang inklusif dengan data yang akurat. Hal ini sekaligus akan memberikan gambaran untuk merumuskan arah pembangunan yang memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mengajak masyarakat mensukseskan Sensus Ekonomi 2026. Pendataan terhadap sejumlah sektor ekonomi tersebut telah dilakukan sejak awal Mei dan akan berahir pada 31 Agustus 2026. Pendataan yang mencakup seluruh kegiatan usaha non-pertanian itu telah mencapai 83 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....